Mendadak Bandung! (Mie Baso Akung-Jalan Dago-180 Coffee and Music)

Kota Bandung memang tidak masuk di top three kota favorit saya di Indonesia, tapi boleh lah ia masuk ke peringkat 4 setelah Kota Malang, Kota Semarang, dan Kota Bogor. Namun bagaimanapun, untuk short getaway, yang agak jauh sedikit dari Jakarta atau Bekasi, kami pasti memilih Bandung. And you know what, saya suka dengan ajakan: “Eh, jalan ke Bandung yuk!” Entah ajakan itu ditujukan ke saya, atau saya yang mengajak ke Bandung.Β 

Taman Vanda, Bandung

Continue reading

Advertisements

[Yogyakarta Trip] Bagian 4-Taman Doa Gantang dan Resto Jejamuran

On to the next location, Taman Doa Gantang, Magelang!

Selepas berkeliling menjelajah Kaliurang, melewati lereng Gunung Merapi, belanja oleh-oleh khas (apalagi kalau bukan jadah tempe dan wajik), kami beranjak menuju perbatasan D.I Yogyakarta dan Jawa Tengah, menuju Kota Magelang, lewat Kota Muntilan. Inginnya sekalian jalan-jalan ke Candi Borobudur, tapi mungkin terlalu mainstream. Alih-alih kami bertujuh menuju tempat wisata religi, Taman Doa Maria Ratuning Katentreman lan Karaharjan, Gantang, Magelang. Letak gua Maria dan patung Maria (seperti halnya di Gua Maria Kerep, Ambarawa) yang berdekatan dengan Gereja Stasi Gantang ini, ada di lereng bukit. Untuk menuju kesana, perlu kendaraan yang kuat nanjak. Karena rutenya cukup menantang, tanjakan dan turunan berkelok-kelok dengan pemandangan sawah, ladang, dan kadang hutan yang masih menghijau. Lumayan asik.

Taman Doa Maria Ratuning Katentreman lan Karaharjan Gantang, Magelang

Continue reading

[Yogyakarta Trip] Bagian 6-Waduk Sermo dan Bukit Pethu-Kalibiru (selesai)

Masih di Kabupaten Kulon Progo.

Kulon berarti barat dalam Bahasa Jawa, dan Progo adalah nama Sungai di sebelah barat kota Yogyakarta. Berarti kalau kita ingin ke daerah ini, kita pasti akan menyeberangi Sungai Progo. Seperti kabupaten lainnya di provinsi D.I Yogyakarta, Kulon Progo juga banyak menyimpan potensi wisata yang keren-keren. Kabupaten ini hampir punya semuanya, lokasi wisata pantai hingga pegunungan mereka punya semuanya.

Setelah puas makan undur-undur laut di Pantai Glagah (saya harus mengakui sempat merasa agak pusing akibat terlalu banyak makan sajian laut ini), kami beranjak ke Waduk Sermo, yang semakin terkenal sejak adanya objek wisata foto Kalibiru. Sebenarnya simple saja, yang dijual adalah latar belakang pemandangan yang sangat indah dari ketinggian. Untuk mendapatkan foto sempurna, pengunjung diharuskan naik ke platform-dengan alat pengaman, dan tinggal ber-pose menghadap kamera. Dan voila! Hasil jepretan bisa langsung diunduh (baca: dibeli) dan diunggah ke media sosial favorit.

But first, Waduk Sermo!

Waduk Sermo, Kulon Progo-D.I Yogyakarta

Continue reading

[Yogyakarta Trip] Bagian 5-Pantai Glagah-Kulon Progo dan Undur-Undur Laut

Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta punya segudang lokasi wisata alam yang luar biasa. Mulai dari lokasi wisata alam di daerah pegunungan, di perkotaan dengan bangunan peninggalan sejarah yang masih sangat terawat hingga kini, dan pantai. Jadi propinsi ini sangat komplit kalau saya bilang. Dan eskalasi informasi tentang potensi wisata tersebut tidak bisa lepas dari peran media sosial dan internet. Dahulu, kalau pergi ke Yogyakarta, paling-paling hanya menuju ke Malioboro, kraton, taman sari, alun-alun, belanja oleh-oleh dan makanan khas Yogyakarta di kawasan KS. Tubun-Pathuk, Pantai Parangtritis, Pantai Baron, Pantai Kukup, dan beberapa lokasi wisata populer lainnya.

Namun kini, siapa sangka objek wisata Kalibiru, yang tak lain adalah platform/dudukan yang terbuat dari kayu dengan ketinggian beberapa belas meter diatas permukaan tanah, dengan latar belakang pemandangan danau dan hutan-hutan di sekitar danau (Waduk Sermo) dari atas ketinggian bisa seterkenal itu. Foto-foto dari hasil jepretan fotografer tersebut banyak kita temui bermunculan di media sosial. You name it!Β Path, Facebook, Twitter, dan yang paling dahsyat: Instagram.

Pantai Glagah, Kulonprogo-D.I Yogyakarta

Continue reading

[Yogyakarta Trip] Bagian 2-Sarapan Pagi di Warung Kopi Klotok-Kaliurang

“Ke Warung Kopi Klotok Kaliurang, yuk!”

“Tapi harus berangkat pagi-pagi ya, kalau nggak pasti udah rame dan panjang antreannya”, saran seorang teman. Dan benar juga. Saat kami sampai disana, tepat pukul 07.00 WIB, area parkir mobil sudah penuh. Pun demikian dengan antrian di area dapur yang sudah cukup panjang, dan meja kursi makan kayu yang sebagian besar sudah terisi penuh.

Warung Kopi Klotok ini cukup mudah ditemukan dari arah Jalan Raya Kaliurang. Tepatnya di Β Jl Kaliurang Km 16, Kledokan, Pakem, Sleman. Kalau dari arah Kota Yogyakarta (area Kaliurang masuk Kabupaten Sleman) jalan masuk ke resto bersahaja ini ada di sebelah kiri jalan. Cukup buka aplikasi Google Maps di smartphone anda, and the rest is history! Let’s walk in..

Warung Kopi Klothok, Kaliurang-Yogyakarta

Sayang sekali, saya tidak sempat mengambil foto saat di dapur, dimana pengunjung mangantre masakan yang disajikan. Masakan-masakan khas rumahan (orangΒ  bilang masakan ‘ndeso’), seperti: sayur lodeh kluwih (semacam nangka), lodeh tempe cabe ijo, lodeh terong, telur kerispi, gudeg ceker (dihitung Rp2.500,-/2 ceker ayam, sayur gudegnya boleh diambil), ikan pindang goreng tepung, ikan asin layur, dan yang paling digemari, pisang goreng dan jadah (ketan) goreng. Melihatnya sungguh membuat saya berselera, dan akibatnya… Saya kalap! πŸ˜€

Continue reading

[Christmas Homecoming Story] Bagian 8-Kampus FEB Unibraw Tercinta

Last day in Malang!

Ada beberapa agenda di hari terakhir saya dan istri di Kota Malang, yang pasti salah satunya adalah makan bersama dengan keluarga. Tidak harus mewah dan mahal, yang penting kebersamaan kalau orang bilang. Dan agenda yang pasti kami lakukan hari itu adalah: ziarah ke makam keluarga di dua tempat-TPU Samaan dan TPU Landungsari, mampir ke kampus tercinta Universitas Brawijaya Malang, tepatnya ke Fakultas Ekonomi dan Bisnis (dulu cukup disebut Fakultas Ekonomi saja), dan belanja beberapa bahan olahan makanan untuk oleh-oleh di Pasar Oro-Oro Dowo.

Tujuan pertama: TPU Samaan.

Di pemakaman ini cukup banyak anggota keluarga saya dari garis keturunan bapak saya dikebumikan di sini, dari buyut, kakek, nenek, pakdhe, budhe, bulik (tante) saya. Hanya 2 tempat saja yang saya hafal karena sering singgahi, yaitu makam nenek saya, Mbah Sadikyah (mbah Yah-ibu dari bapak saya) dan kakek saya (ayah dari ibuk saya), Mbak Kung Suitbertus Harjosuprapto (atau dipanggil Mbah Prapto). Hampir setiap saya pulang ke Malang, dan menjelang keberangkatan saya kembali ke perantauan, saya selalu menyempatkan diri berkunjung ke makam mereka. Mendoakan mereka, agar tenang dan bahagia di alam sana.

TPU/Makam Samaan, Malang
TPU/Makam Samaan, Malang

Continue reading

[Christmas Homecoming Story] Bagian 7-Kota Batu dan Cafe Tepi Sawah

Sepertinya tidak ada habisnya ngobrol tentang pesona wisata Kota Malang (termasuk Kabupaten Malang) dan tentunya Kota Wisata Batu. Padahal di kesempatan #HomeComingTrip kali ini saya hanya berkunjung ke lokasi-lokasi biasa saja, bukan ke lokasi-lokasi premium seperti The Secret Zoo (Jatim Park 2), Jatim Park 1, Museum Bagong, Museum Angkut, Kusuma Agro Wisata, BESS Water Park and Resort, Taman Safari (eh, itu di Pasuruan yak? :)) But anyway, Kota Malang dan sekitarnya masih punya potensi wisata yang luar biasa. Luar biasa banyaknya. Dan dengan kreativitas dan modal yang tidak banyak (asal tahu bagaimana ekskalasi dan distribusi konten lewat media sosial), jadilah lokasi wisata yang semula biasa-biasa saja jadi luar biasa. Coba kita lihat Coba Rais. Dahulu, wana wisata (demikian disebut karena terletak di hutan) ini sangat biasa, hanya air terjun semata. Namun dengan kejelian dan business sense, ditambah knowledge digital marketing, Coban Rais berhasil disulap menjadi lokasi wisata primadona di Jalur Lingar Barat (Jalibar) Malang-Batu.

Desa Bumiaji, Kota Batu

Continue reading