April, Bulan untuk Homecoming (Bagian 5-Selesai)

Pukul 14.30 WIB.

Sebelum pulang kembali ke Bekasi, saya sempatkan belanja jeruk manis dan jeruk keprok di desaย Selorejo, diatas kawasan perumahan tempat saya tinggal. Lokasi ini terkenal dengan kebun jeruknya yang menghampar luas, dimana kita bisa memetik langsung buah jeruk di kebunnya. Juga objek wisata baru, namanya Bedengan. Sebuah sumber air dimana kita bisa mandi, merasakan kesegaran air alami, dan kita pun juga bisa berkemah disini. Lain waktu akan saya unggah cerita dari objek wisata Bedenganย ini.

Beli jeruk langsung dari petani di Desa Selorejo
Beli jeruk langsung dari petani di Desa Selorejo

Harga jeruk yang baru saja dipetik cukup murah, Rp7.000,-/kg saja. Kita bisa memilih buah jeruk segar yang akan kita beli, dan mencobanya ditempat. Menurut pemilik kebun, buah jeruk akan bertambah manis setelah 3-5 hari setelah dipetik. Kalau saat itu, saat dicoba masih terasa sedikit asam. Let’s see within another 3-4 days, shall we?

Continue reading

Advertisements

April, Bulan untuk Homecoming (Bagian 4-Malang Trip Day 3)

Hari terakhir di kota Malang buat homecoming trip kali ini.

Pukul 06.00 WIB

Sama dengan pagi hari di hari sebelumnya, saya ajak istri dan keponakan-keponakan saya untuk olah raga. Hari Minggu pagi saya habiskan di car free day Ijen, hari Senin pagi (libur hari buruh) saya habiskan untuk jogging di lapangan Rampal. Lapangan ini ada di area markas TNI AD, jadi di sekitar area ini akan banyak ditemui pria-pria berambut cepak berbadan tegap sedang latihan fisik. Sejak menekuni olah raga lari, tempat ini jadi tempat yang harus dikunjungi di pagi atau sore hari untuk sekedar mencari keringat saat pulang kampung. Ada 2 jogging track di lapangan Rampal ini, satu jogging track kecil (jarak 1 putaran sekitar 400m-seperti hanya track atletik) dan jogging track besar (jarak 1 putaran sekitar 1100m), favorit saya. Karena dengan cukup berlari antara 9-10 putaran, saya sudah dapat 10 km.

Lapangan Rampal, Malang

Continue reading

April, Bulan untuk Homecoming (Bagian 3-Malang Trip Day 2)

Masih di Kota Malang!

Setelah hari pertama dihabiskan di Museum Angkut, hari kedua dan ketiga saya habiskan bersama keluarga di sekitaran kota Malang saja. Diantaranya di salah satu cafe yang ada di dekat rumah saya di daerah Joyo Agung/Merjosari, salah satu jalur alternatif ke Kota Batu. Ada beberapa cafe yang hampir semuanya dipenuhi pengunjung, diantaranya adalah Cokelat Klasik Cafe, Camilo Colors and Garden, Bukit Delights, dan beberapa cafe lainnya. Hari Sabtu malam, saya dan istri mengunjungi salah satu cafe, yang pertama kali buka di tempat ini, yaitu Cokelat Klasik Cafe.

Cokelat Klasik Cafe-Merjosari, Malang
Cokelat Klasik Cafe-Merjosari, Malang

Memang target market-nya adalah anak-anak muda, para mahasiswa/i yang suka hang out bersama teman-temannya di sela waktu mereka kuliah. Dan harganya pun tidak mahal. ย Kebanyakan cafe yang ada di sebelah kanan jalan (dari arah kota Malang ke arah kota Batu) menjual pemandangan kota Malang dari atas. Kerlap kerlip lampu terlihat cantik saat malam hari. Dengan harga minuman rata-rata Rp10.000,- dan makanan Rp14.000,- s/d Rp25.000,- saya rasa sangat pas untuk kantong mahasiswa yang belajar di kota dingin ini.

Continue reading

April, Bulan untuk Homecoming (Bagian 2-Malang Trip Day 1)

Ada beberapa alasan kenapa saya memutuskan untuk menempuh 834 kilometer dari Bekasi ke Malang diluar moment Natal dan Tahun Baru. Alasan yang paling kuat adalah saya rindu rumah. Dan percaya atau tidak, the spirit and the feeling of going home thrust me forward! Seperti punya energi melimpah saat tangan memegang stir dan kaki kanan menginjakย pedal gas ๐Ÿ™‚

The Kiddos-Adelia, Dirta, Deryl

Ini adalah foto yang saya ambil pertama kali, pagi-pagi di hari kedua di kota Malang, keponakan-keponakan saya dan jajanan favoritnya masing-masing. Jadi, saya sudah ada di kota kelahiran saya. Mau kemana kita hari ini? Museum Angkut! Tempat dimana kita bisa berekreasi sekaligus belajar tentang sejarah moda transportasi dari jaman purba hingga yang paling mutakhir, dari sepeda, gerobak hingga pesawat jet!

Museum Angkut-Batu (Lantai 1)

Dan benar saja, mata mereka berbinar-binar saat saya bilang kalau hari ini mau ke Museum Angkut, yang terletak di kota Batu. Tempat wisata ini masih satu group dengan Jatim Park, (IMHO) salah satu lokasi wisata terbaik di Indonesia. Kami berangkat dari Malang pukul 10.00 WIB, setelah mengetahui kalau Museum angkut dibuka pukul 11.00 WIB saat long weekend. Dan tarif regular weekend yang semula Rp80.000,- melonjak menjadi Rp100.000,-/orang. Dapat dimengerti sebenarnya, karena di saat long weekend mereka harus mempekerjakan lebih banyak personel untuk mengelola pengunjung yang pasti melonjak tajam. That’s what I have in mind.

Continue reading

April, Bulan untuk Homecoming (Bagian 1-Road Trip)

Saya baru sadar kalau menyetir adalah hobi ๐Ÿ™‚

Itu kenapa mungkin menyetir jarak jauh jadi sangat menyenangkan (meskipun pastinya juga melelahkan), karena sama halnya seperti hidup. Sekali kita sampai di tujuan, kita akan merasa puas. Puas karena apa yang kita inginkan tercapai. Puas juga, karena sepanjang perjalanan menuju tujuan tersebut, kita melihat dan mengalami banyak hal. Karena itu, jika kita hanya fokus ke tujuan saja, tanpa bisa menikmati ‘pemandangan di kiri kanan jalan’, kita akan melewatkan banyak hal, dan bahkan melewatkan makna perjalanan itu sendiri.

Bulan April ini terhitung sudah ada dua perjalanan luar kota yang saya lakukan. Yang pertama, ‘birthday trip‘ ke Semarang dan Ambarawa, yang ceritanya bisa dibaca disini. Yang kedua adalah ‘homecoming trip’ ke kota kelahiran saya, di Jawa Timur. Lalu apa saja pemandangan di ‘kanan kiri jalan’ yang bisa dinikmati dan bisa diceritakan?

Here we go, let the story begin!

Kemacetan cukup panjang di Tol Cikampek, pukul 20.52 WIB

Kamis, 28 April 2017 pukul 20.34 WIB saya mulai perjalanan setelah menjemput istri pulang kerja dan mengisi BBM di Rest Area Tol Cikampek KM 19. KM kendaraan saya saat itu: 138965. Ini adalah kali pertama saya lakukan perjalanan jauh tanpa istirahat dahulu seperti biasanya. Saya biasa tidur 5-6 jam dahulu sepulang kerja, sebelum memulai perjalanan pukul 01.00 atau pukul 02.00 WIB. Dan sudah bisa ditebak, stamina pasti tidak akan sebagus kalau saya ‘menabung’ tidur sebelumnya. ย Saya sudah mencatatkan istirahat pertama di Rest Area KM 57ย Tol Cikampek selama 30 menit , dan kemudian istirahat kedua di Rest Area KM 137 Tol Cipali, untuk kembali tidur selama 30 menit setelah makan malam.

Padahal kalau menyempatkan diri istirahat (tidur dahulu), saya baru ambil waktu istirahat agak panjang di Rest Area Palikanci, atau di SPBU-SPBU setelah exit Brebes.

Continue reading