[Yogyakarta Trip] Bagian 5-Pantai Glagah-Kulon Progo dan Undur-Undur Laut

Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta punya segudang lokasi wisata alam yang luar biasa. Mulai dari lokasi wisata alam di daerah pegunungan, di perkotaan dengan bangunan peninggalan sejarah yang masih sangat terawat hingga kini, dan pantai. Jadi propinsi ini sangat komplit kalau saya bilang. Dan eskalasi informasi tentang potensi wisata tersebut tidak bisa lepas dari peran media sosial dan internet. Dahulu, kalau pergi ke Yogyakarta, paling-paling hanya menuju ke Malioboro, kraton, taman sari, alun-alun, belanja oleh-oleh dan makanan khas Yogyakarta di kawasan KS. Tubun-Pathuk, Pantai Parangtritis, Pantai Baron, Pantai Kukup, dan beberapa lokasi wisata populer lainnya.

Namun kini, siapa sangka objek wisata Kalibiru, yang tak lain adalah platform/dudukan yang terbuat dari kayu dengan ketinggian beberapa belas meter diatas permukaan tanah, dengan latar belakang pemandangan danau dan hutan-hutan di sekitar danau (Waduk Sermo) dari atas ketinggian bisa seterkenal itu. Foto-foto dari hasil jepretan fotografer tersebut banyak kita temui bermunculan di media sosial. You name it!ย Path, Facebook, Twitter, dan yang paling dahsyat: Instagram.

Pantai Glagah, Kulonprogo-D.I Yogyakarta

Continue reading

Advertisements

[Yogyakarta Trip] Bagian 2-Sarapan Pagi di Warung Kopi Klotok-Kaliurang

“Ke Warung Kopi Klotok Kaliurang, yuk!”

“Tapi harus berangkat pagi-pagi ya, kalau nggak pasti udah rame dan panjang antreannya”, saran seorang teman. Dan benar juga. Saat kami sampai disana, tepat pukul 07.00 WIB, area parkir mobil sudah penuh. Pun demikian dengan antrian di area dapur yang sudah cukup panjang, dan meja kursi makan kayu yang sebagian besar sudah terisi penuh.

Warung Kopi Klotok ini cukup mudah ditemukan dari arah Jalan Raya Kaliurang. Tepatnya di ย Jl Kaliurang Km 16, Kledokan, Pakem, Sleman. Kalau dari arah Kota Yogyakarta (area Kaliurang masuk Kabupaten Sleman) jalan masuk ke resto bersahaja ini ada di sebelah kiri jalan. Cukup buka aplikasi Google Maps di smartphone anda, and the rest is history! Let’s walk in..

Warung Kopi Klothok, Kaliurang-Yogyakarta

Sayang sekali, saya tidak sempat mengambil foto saat di dapur, dimana pengunjung mangantre masakan yang disajikan. Masakan-masakan khas rumahan (orangย  bilang masakan ‘ndeso’), seperti: sayur lodeh kluwih (semacam nangka), lodeh tempe cabe ijo, lodeh terong, telur kerispi, gudeg ceker (dihitung Rp2.500,-/2 ceker ayam, sayur gudegnya boleh diambil), ikan pindang goreng tepung, ikan asin layur, dan yang paling digemari, pisang goreng dan jadah (ketan) goreng. Melihatnya sungguh membuat saya berselera, dan akibatnya… Saya kalap! ๐Ÿ˜€

Continue reading

[Yogyakarta Trip] Bagian 1-Exploring Jalan Malioboro

Halo Yogyakarta!

Setelah 17 jam di perjalanan, diwarnai dengan kemacetan parah di daerah Saradan Mantingan sehingga perjalanan terlambat 3 jam saja, dan beberapa kali sesi istirahat di SPBU, resto, dan rest area sepanjang tol Pandaan-Kertosono, sampai juga di kota gudeg ini. Misi pertama sebelum masuk kota Yogyakarta adalah: cuci mobil! Kebayang dong, bagaimana rupa mobil warna hitam setelah menembus hujan hampir sepanjang perjalanan? ๐Ÿ˜ฎ

Mobil kembali ‘cling’ luar dan dalam, berkat pelayanan memuaskan dari Sasando Car Wash, tempat cuci mobil yang kami temukan dari Google Search, yang berlokasi tepat di samping Hotel Yellow-Amborukmo, Jalan Laksda Adi Sucipto. You should try their service sometimes while you’re on the way to the city from outside of town, or anytime while you’re in town ๐Ÿ™‚

Tugu Yogyakarta, pukul 10.30 WIB

Well, tidak banyak yang kami lakukan sepanjang hari di hari pertama setelah kami sampai di sini selain beristirahat setelah menempuh perjalanan jauh. Sebenarnya gatal juga ingin langsung jalan-jalan mengitari kota, yang terlihat mulai padat dengan datangnya turis dari luar kota, yang ingin menghabiskan liburannya hingga merayakan tahun baru di spot-spot romantis kota Yogyakarta.

Continue reading

[Christmas Homecoming Story] Bagian 8-Kampus FEB Unibraw Tercinta

Last day in Malang!

Ada beberapa agenda di hari terakhir saya dan istri di Kota Malang, yang pasti salah satunya adalah makan bersama dengan keluarga. Tidak harus mewah dan mahal, yang penting kebersamaan kalau orang bilang. Dan agenda yang pasti kami lakukan hari itu adalah: ziarah ke makam keluarga di dua tempat-TPU Samaan dan TPU Landungsari, mampir ke kampus tercinta Universitas Brawijaya Malang, tepatnya ke Fakultas Ekonomi dan Bisnis (dulu cukup disebut Fakultas Ekonomi saja), dan belanja beberapa bahan olahan makanan untuk oleh-oleh di Pasar Oro-Oro Dowo.

Tujuan pertama: TPU Samaan.

Di pemakaman ini cukup banyak anggota keluarga saya dari garis keturunan bapak saya dikebumikan di sini, dari buyut, kakek, nenek, pakdhe, budhe, bulik (tante) saya. Hanya 2 tempat saja yang saya hafal karena sering singgahi, yaitu makam nenek saya, Mbah Sadikyah (mbah Yah-ibu dari bapak saya) dan kakek saya (ayah dari ibuk saya), Mbak Kung Suitbertus Harjosuprapto (atau dipanggil Mbah Prapto). Hampir setiap saya pulang ke Malang, dan menjelang keberangkatan saya kembali ke perantauan, saya selalu menyempatkan diri berkunjung ke makam mereka. Mendoakan mereka, agar tenang dan bahagia di alam sana.

TPU/Makam Samaan, Malang
TPU/Makam Samaan, Malang

Continue reading

[Christmas Homecoming Story] Bagian 7-Kota Batu dan Cafe Tepi Sawah

Sepertinya tidak ada habisnya ngobrol tentang pesona wisata Kota Malang (termasuk Kabupaten Malang) dan tentunya Kota Wisata Batu. Padahal di kesempatan #HomeComingTrip kali ini saya hanya berkunjung ke lokasi-lokasi biasa saja, bukan ke lokasi-lokasi premium seperti The Secret Zoo (Jatim Park 2), Jatim Park 1, Museum Bagong, Museum Angkut, Kusuma Agro Wisata, BESS Water Park and Resort, Taman Safari (eh, itu di Pasuruan yak? :)) But anyway, Kota Malang dan sekitarnya masih punya potensi wisata yang luar biasa. Luar biasa banyaknya. Dan dengan kreativitas dan modal yang tidak banyak (asal tahu bagaimana ekskalasi dan distribusi konten lewat media sosial), jadilah lokasi wisata yang semula biasa-biasa saja jadi luar biasa. Coba kita lihat Coba Rais. Dahulu, wana wisata (demikian disebut karena terletak di hutan) ini sangat biasa, hanya air terjun semata. Namun dengan kejelian dan business sense, ditambah knowledge digital marketing, Coban Rais berhasil disulap menjadi lokasi wisata primadona di Jalur Lingar Barat (Jalibar) Malang-Batu.

Desa Bumiaji, Kota Batu

Continue reading

[Christmas Homecoming Story] Bagian 6-Pantai Ngliyep, Malang Selatan

Selepas kunjungan ke Kampung Warna-Warni Jodipan, untuk membandingkannya dengan Kampung Pelangi Kalisari, Semarang (IMHO, Kampung Jodipan punya lebih banyak point of interests dibanding Kampung Kalisari), kami beranjak pulang dengan agenda berikutnya: Pantai Ngliyep di Desa Kedungsalam, Kecamatan Donomulyo, Kabupaten Malang. Kira-kira 65 km dari tempat tinggal saya, kira-kira 3 jam perjalanan. Jauh memang! ๐Ÿ™‚

Seingat saya, sebelumnya saya baru satu kali mengunjungi pantai cantik ini. Itupun saat saya sedang KKB (Kuliah Kerja Bisnis) di Kelurahan Pagak, Kecamatan Pagak, Kabupaten Malang sekitar 15 tahun yang lalu. Dan artinya, selain bernostalgia di Kedai Chinese Food Jalan Dempo kemarin malam, saya juga akan melewati kembali (baca: napak tilas) jalur saya berangkat pulang pergi naik motor untuk KKB dulu, saat masih duduk di semester 5 Fakultas Ekonomi Unibraw-Malang. Saya masih ingat dengan harga makanan yang jauh lebih murah dibanding di Kota Malang. Pernah saya makan salah satu warung makan di Pasar Desa Pagak, nasi lauk pauk dan es teh manis dihargai hanya Rp2.000,- saat itu. Jika makan di warung makan biasa di Kota Malang, mungkin sudah dihargai Rp3.000,- s/d Rp3.500,-

Nah, kembali ke pokok bahasan Pantai Ngliyep..

Beda dengan pantai-pantai yang pernah saya kunjungi di gugusan pantai selatan di Kabupaten Malang lainnya, Pantai Ngliyep cenderung merupakan pantai solitaire, mungkin hanya ditemani oleh Pantai Pasir Panjang saja di gugusan yang sama. Sementara di gugusan pantai selatan lainnya, sudah dihubungkan oleh Jalur Pantai Selatan (Pansela), atau jalan raya baru yang menghubungkan kota-kota di pesisir pantai Pulau Jawa, dari Propinsi Banten hingga Propinsi Jawa Timur. Saya sudah membayangkan nanti, selain jalur Pantura (Pantai Utara) dan jalur tol Trans Jawa, saya bisa pulang ke Malang dengan melalui Jalur Pansela, yang akan selalu terekspos dengan pantai-pantai cantik! Gugusan pantai di sebelah yang bisa dinikmati dengan 1 kali jalan antara lain: Pantai Balekambang, Pantai Sendang Biru, dan diantara kedua pantai utama itu masih ada belasan pantai yang lain. Diantaranya: Pantai Banyu Meneng, Pantai Goa Cina, Pantai Batu Bengkung, Pantai Bajul Mati, dan masih banyak lagi.

Pantai Ngliyep, Donomulyo, Kabupaten Malang

Continue reading

[Christmas Homecoming Story] Bagian 5-Cantiknya Kampung Warna Warni Jodipan!

It’s Christmas!

But I got no time to be lazy. Got lots food eaten. Now, it’s time to run!

Bergegas pagi itu, saya dan istri (tanpa keponakan-keponakan jahil saya, karena mengikuti misa anak pukul 08.00 WIB di gereja yang sama dimana kami misa kemarin malam) menuju lapangan Rampal untuk (lagi-lagi) ambil jatah lari. Saya berencana ambil jatah 10 kilometer hari itu. Karena banyaknya asupan kalori yang masuk, terlebih dari arisan keluarga kemarin. Yuk!

Lintasan lari ini sungguh istimewa. Pemandangannya terutama. Dari kejauhan, tampak Gunung Arjuno yang membiru, dan udara yang masih sangat segar dan sejuk membuat semangat saya untuk lari semakin tinggi. Yang asyik juga dari lokasi ini, banyak penjual makanan dan minuman murah meriah berjejer di sepanjang trek lari besar. Menjadikan saya yang asyik lari malah ‘cuci mata’ melihat-lihat ada hidangan apa saja yang ditawarkan. Sampai lari di putaran ke-5, saya melihat istri saya sudah duduk di kedai Lumpia Semarang sambil minum teh botol dingin. Sepertinya jalan cepat 3 putaran sudah membuatnya lapar. Hahahahaha.. ๐Ÿ˜€

Lari 10 kilometer? Done! Waktunya jalan-jalan sekarang. Kalau di hari pertama kami jalan-jalan di sekitar Alun-Alun Tugu dan Pasar Ikan Splendid, hari ini kami berencana mengunjungi salah satu spot yang sekarang sangat terkenal di Kota Malang; Kampung Warna-Warni Jodipan. Ide perkampungan yang di-cat warna warni ini sudah familiar, seperti di Kampung Kali Code Yogyakarta, dan yang pernah saya kunjungi, Kampung Pelangi Kalisari di Semarang, Jawa Tengah.

Continue reading