[Christmas Home Coming Story] Bagian 2-Menuju Kota Malang, Kampung Halaman

Cerita #Christmas Homecoming Story bagian 1, jalan-jalan singkat di Kota Semarang bisa dibaca disini.

Malanjutkan perjalanan dari Kota Semarang tanggal 22 Desember, selepas sarapan pagi bersama dengan Mas Wendy Hantoro dan Mbak Jeanette, dua rekan saya dari kantor perwakilan Campina Semarang. Kami sarapan di warung sederhana yang menyajikan soto khas Semarang, tepat di seberang Faustine Hotel, tempat kami menginap semalam. Waktu saat itu sudah menunjukkan pukul 07.30 WIB, sudah cukup siang. Setelah selesai berkemas dan check out, langsung kami melaju menuju GT Gayamsari yang hanya 10 menit saja dari hotel kami.

GT Gayamsari, Semarang, pukul 07.59 WIB
Ruas Tol Semarang-Bawen-Salatiga, pukul 08.22 WIB

Continue reading

Advertisements

[Christmas Home Coming Story] Bagian 1-Dari Bekasi ke Malang, Lewat Kota Semarang

Kok pakai mampir di Kota Semarang segala? Kenapa gak langsung saja ‘bablas’ ke Malang seperti perjalanan pulang kampung sebelumnya? Bukannya energi saat pulang biasanya berlimpah, sehingga rasa capek seakan-akan hanya datang hinggap sebentar saja? Iya, kami (saya dan istri) mampir semalam di kota Semarang karena ingin lebih santai di perjalanan pulang kampung kali ini. Ditambah ingin jalan-jalan sebentar melepas penat, ditemani oleh seorang teman lama yang kini tinggal di kota ini. Lebih tepatnya, ditugaskan di kota Semarang.

Tol Cikampek Palimanan, pukul 05.55 WIB

Dan ternyata pilihan untuk mengambil waktu beristirahat semalam di kota Semarang adalah pilihan yang tepat (disamping sudah mempersiapkan budget khusus untuk #SemarangTrip ‘colongan’ tersebut), karena saat berangkat dari Bekasi tanggal 21 Desember pukul 00.25 WIB, kami melintasi ‘ganasnya’ kemacetan di tol Cikampek sejak KM19 hingga KM 57 (menjelang simpang Cipularang-Cikampek) selama kurang lebih 3 jam saja. Selepas rest area KM 57, perjalanan sangat lancar hingga keluar di Tol Brebes Timur.

Saya, kartu Tap Cash BNI andalan, dan istri yang sedang terlelap menjelang GT Palimanan pukul 06.26 WIB

Oiya, sepanjang perjalanan dari Bekasi hingga kembali ke Bekasi lagi, untuk semua pembayaran tol yang kini cashless, saya menggunakan kartu Tap Cash dari BNI. Hanya di beberapa gerbang tol (GT) saja saya mengalami hambatan (kartu tidak terbaca), terlebih untuk jalan tol dengan sistem tertutup (tap kartu di GT awal dan tap kartu yang sama di GT akhir untuk pembayaran). Diantaranya di ruas tol Palimanan hingga tol Cikampek (berangkat dan pulang), tol Warugunung di ruas tol Surabaya-Kertosono, kartu tersebut bermasalah. Sehingga saya sempat bayar cash di GT Warugunung dan tap di mesin EDC di GT Cikarang Utama saat kembali ke Bekasi.

Continue reading

Cerita Semarang Trip 2017 (Bagian 3-Ambarawa Trip)

Yuk, lanjut lagi Ambarawa Trip-nya!

Setelah mengunjungi Danau Rawa Pening (bisa dibaca di tulisan sebelumnya), tujuan selanjutnya adalah Museum Kereta Api Ambarawa, yang letaknya cukup dekat dengan Danau Rawa Pening tadi. Tiket masuk dipatok Rp 20.000,00/pengunjung. Dan namanya juga museum kereta api, begitu masuk ke area museum kita akan menemui infografis tentang sejarah perkeretaapian di Indonesia, dari jaman Belanda hingga kini dibangun MRT dan LRT di Jakarta, di sepanjang dinding sebelah kanan, dan deretan lokomotif tua berwarna hitam berukuran besar di sebelah kiri.

Museum Kereta Api Ambarawa
Museum Kereta Api Ambarawa
Museum Kereta Api Ambarawa

Continue reading

Cerita Semarang Trip 2017 (Bagian 2-Ambarawa Trip)

Cerita saya selama trip ke Kota Semarang di hari pertama bisa dibaca disini.

Tanggal 1 April 2017, saya terbangun pukul 01.45 WIB. Yup, saya melewatkan lagi moment dimana umur saya berkurang 1 tahun lagi, seperti yang sudah-sudah. 37 tahun boss! 3 tahun lagi akan masuk usia 40 tahun, where people say that life begins at 40! Hahaha! Baiklah, saya melewatkan lagi moment pergantian usia, namun saya tidak mau kehilangan moment lari pagi pertama di usia saya yang baru! Hup!

Water Polder Tawang-kolam air raksasa seberang Stasiun Semarang Tawang

Setelah bangun dan bersiap-siap, saya meninggalkan hotel tepat pukul 05.30 WIB, menuju kawasan Kota Lama Semarang. Well, sebenarnya saya sudah Google-ing lokasi jogging pagi yang enak. Komplek kampus Undip Tembalang dan beberapa spot lari favorit lain di kota Semarang sempat jadi pilihan. Namun sepertinya, ide lari pagi di Water Polder Tawang ini sangat menarik!

Water Polder Tawang dan Stasiun Tawang dari kejauhan

Sesampai di lokasi, dan setelah melakukan beberapa gerakan pemanasan, saya mulai berlari. Nampak di sekeliling kolam air masih ada ‘sisa-sisa kehidupan malam’, antara lain: tukang angkringan yang tengah membereskan gerobak dagangannya, beberapa orang yang masih lelap tertidur di beberapa bangku di sekitar lokasi, dan beberapa ‘pemandangan menarik’ lainnya. Satu putaran di water polder ini kira-kira berjarak 450m, hampir sama dengan 1 putaran lapangan atletik standar. Jadi lumayan, saya dapat 5,16 km (dari hasil tracking Endomondo apps saya) dari 11 lebih putaran. Cukup sepertinya membakar kalori yang kemarin saya timbun hasil makan malam di Warung Seafood Pak Sangklak 🙂

Continue reading

Cerita Semarang Trip 2017 (Bagian 1)

Kota Semarang, pesonanya membuat saya ingin kembali lagi dan lagi. Tapi tenang saja, kota ini tidak akan mampu menggeser posisi Kota Malang di hati saya. Kalau ditanya orang, “Mas dari kota mana?”, Saya pasti jawab, “Saya dari Malang”. Namun,  Kota Semarang berhasil menyodok ke peringkat ke-2, mengalahkan Kota Bekasi tempat saya tinggal sekarang ini dan Kota Bogor, yang hawanya mirip dengan kota kelahiran saya. Oh iya, Kota Bogor juga akan menjadi kota dimana saya akan menghabiskan banyak waktu dalam 3-4 tahun kedepan, mengingat saya berencana mengambil studi S3 di Sekolah Bisnis-IPB. Tahun ini 🙂

Warung Bu Fat, Jalan Ariloka-Kerobokan

Dan sudah dua tahun ini saya bolak-balik ke Semarang di hari ulang tahun saya, tepat di tanggal 1 April. Saya memutuskan, kalau saya berulang tahun, saya akan merayakannya di kota ini, dengan keluarga dan orang-orang terdekat. Cerita sedikit pengalaman tahun lalu, tepat tanggal 1 April 2016, saya dan istri melaju dari Bekasi pukul 03.55 WIB dan sampai di Semarang pukul 12.00 WIB hanya untuk menikmati lezatnya masakan Warung Selera Bu Fat, Mangut Kepala Ikan Manyung. Ikan Manyung adalah sejenis ikan laut, yang sering pula kita sebut ikan jambal. Kita sering mengkonsumsinya dalam bentuk olahan ikan asin jambal roti. Namun di warung ini, kepala ikan dan daging ikan berukuran sedang-besar ini dimasak pedas dengan santan, setelah sebelumnya diolah dengan cara diasap. Sehingga menimbulkan aroma yang sangat khas. Duh, saya ngiler pengen makan Mangut Kelapa Manyung lagi!

Mangut Kepala Manyung a la Bu Fat

Continue reading