Digital Marketing dari Sudut Pandang Pekerja Industri Consumer Goods

Digital marketing kalau dilihat dari sudut pandang orang advertising agency akan sangat berbeda fokusnya dibandingkan sudut pandang orang FMCG (fast moving consumer goods), pun demikian juga sudut pandang tentang digital marketing dari sisi brand management-marketing communication, akan berbeda juga dengan sudut pandang orang sales and distribution. Fokus dari orang agency akan lebih cenderung ke impression, reach, dan engagement atas konten yang disebar. Fokus ini tidak jauh beda dengan fokus orang brand dan marcomm, bagaimana konten yang dibuat dengan sedemikian rupa dapat dilihat sebanyak mungkin audience dari targetting yang sudah disusun, yang pada akhirnya akan mengarah ke engagement dan sales leads tentunya. Setting target ini sangat bervariasi, tergantung tujuan dari campaign itu sendiri.

Sumber: http://www.facebook.com

Apakah tujuan digital campaign hanya sebatas impression saja? Tentu tidak. Misalnya sebuah brand mengeluarkan produk baru, dan brand tersebut ingin produk barunya dikenal oleh masyarakat luas dengan cepat. Dengan demikian, setting target audience dapat dibuat lebih longgar dari sisi usia, gender, tempat tinggal, dan interest-nya. Namun jika tujuannya lebih ke sales leads creation, targeting dapat dibuat lebih ketat.

Continue reading

Antara Branding, PR, dan Marcomm di Ulang Tahun Ke-13 Majalah MIXMarcomm

Ketiga hal diatas saat ini sangat dekat dengan saya. Menjadi dunia yang sedang saya pelajari dan geluti saat ini. Dan terima kasih karena keberadaan internet dan khususnys sosial media saya jadi bisa tahu lebih banyak, belajar lebih banyak tentang ketiga hal ini; (personal) branding-public relation-marketing communication.

Lebih tepatnya kebanyakan saya pelajari sendiri, sehingga terkadang dulu saya jadi bertanya-tanya apakah apa yang saya lakukan ini sudah tepat atau belum? Sudah sesuai kaidah yang ada dan berlaku atau belum? Dan pertanyaan-pertanyaan lainnya. Intinya, saya harus yakin bahwa aktivitas-aktivitas  yang saya lakukan tersebut sudah tepat atau belum. Salah satu hal yang saya lakukan adalah mengajukan diri ke divisi Human Resource (HR) di perusahaan tempat saya bekerja, untuk melakukan gap analysis (mulai berat nih ngomongnya) tentang apa-apa saja yang saya dan team sudah kuasai dan apa yang belum. Dari gap analysis tersebut, kami bersama-sama bisa menentukan program-program pelatihan dan lokakarya apa saja yang perlu dilakukan untuk mengisi gap yang ada. Dan akhirnya, setelah melewati dua hari pelatihan dan lokakarya, belajar dari pakar dan ahli di bidang ini, saya semakin yakin bahwa apa yang saya lakukan sudah berada di jalur yang benar. Ini terjadi di tahun 2016 yang lalu.

PR & Writing Skill Training & Worshop, Mei 2016
PR & Writing Skill Training & Worshop, 27-28 Mei 2016

Dan hari Rabu, 26 Februari 2017 yang lalu, saya kembali mendapat kesempatan untuk belajar lagi tentang ilmu personal branding-public relation-marketing communication ini lewat event ulang tahun majalah MIXMarcomm yang ke-13, salah satu majalah favorit saya, di Ballroom Gedung Pusat Indosat Ooredoo, Jl. Medan Merdeka Barat Jakarta Pusat.

Continue reading