[Yogyakarta Trip] Bagian 4-Taman Doa Gantang dan Resto Jejamuran

On to the next location, Taman Doa Gantang, Magelang!

Selepas berkeliling menjelajah Kaliurang, melewati lereng Gunung Merapi, belanja oleh-oleh khas (apalagi kalau bukan jadah tempe dan wajik), kami beranjak menuju perbatasan D.I Yogyakarta dan Jawa Tengah, menuju Kota Magelang, lewat Kota Muntilan. Inginnya sekalian jalan-jalan ke Candi Borobudur, tapi mungkin terlalu mainstream. Alih-alih kami bertujuh menuju tempat wisata religi, Taman Doa Maria Ratuning Katentreman lan Karaharjan, Gantang, Magelang. Letak gua Maria dan patung Maria (seperti halnya di Gua Maria Kerep, Ambarawa) yang berdekatan dengan Gereja Stasi Gantang ini, ada di lereng bukit. Untuk menuju kesana, perlu kendaraan yang kuat nanjak. Karena rutenya cukup menantang, tanjakan dan turunan berkelok-kelok dengan pemandangan sawah, ladang, dan kadang hutan yang masih menghijau. Lumayan asik.

Taman Doa Maria Ratuning Katentreman lan Karaharjan Gantang, Magelang

Continue reading

Advertisements

[Yogyakarta Trip] Bagian 3-The Lost World Castle-Kaliurang

Selepas sarapan pagi yang sangat mengenyangkan dan mengesankan di Warung Kopi Klotok, kami beranjak ke kawasan Taman Wisata Merapi, masih di area Kaliurang. Disini terkenal dengan sajian sate kelinci (saya dan keponakan saya sempat menyaksikan proses pengolahan daging kelinci, dari proses penyembelihan hingga daging kelinci siap dibakar di atas bara arang-not a pleasure stuff to see actually), jenang wajik, gula kacang, dan jadah tempe (ketan yang punya tekstur lembut, dinikmati bersama dengan tempe bacem manis).

Taman Nasional Gunung Merapi, Kaliurang
Taman Nasional Gunung Merapi, Kaliurang

Udara begitu segar di area ini. Tak heran, karena kita berada di lereng gunung. Di daerah ini juga banyak kita temui monyet-monyet liar yang begitu bebasnya berkeliaran dekat warung-warung makan, ataupun bergelantungan di pepohonan di belakang kami.

Yuk, mari kita lanjut ke The Lost World Castle!

Continue reading

[Yogyakarta Trip] Bagian 6-Waduk Sermo dan Bukit Pethu-Kalibiru (selesai)

Masih di Kabupaten Kulon Progo.

Kulon berarti barat dalam Bahasa Jawa, dan Progo adalah nama Sungai di sebelah barat kota Yogyakarta. Berarti kalau kita ingin ke daerah ini, kita pasti akan menyeberangi Sungai Progo. Seperti kabupaten lainnya di provinsi D.I Yogyakarta, Kulon Progo juga banyak menyimpan potensi wisata yang keren-keren. Kabupaten ini hampir punya semuanya, lokasi wisata pantai hingga pegunungan mereka punya semuanya.

Setelah puas makan undur-undur laut di Pantai Glagah (saya harus mengakui sempat merasa agak pusing akibat terlalu banyak makan sajian laut ini), kami beranjak ke Waduk Sermo, yang semakin terkenal sejak adanya objek wisata foto Kalibiru. Sebenarnya simple saja, yang dijual adalah latar belakang pemandangan yang sangat indah dari ketinggian. Untuk mendapatkan foto sempurna, pengunjung diharuskan naik ke platform-dengan alat pengaman, dan tinggal ber-pose menghadap kamera. Dan voila! Hasil jepretan bisa langsung diunduh (baca: dibeli) dan diunggah ke media sosial favorit.

But first, Waduk Sermo!

Waduk Sermo, Kulon Progo-D.I Yogyakarta

Continue reading

[Yogyakarta Trip] Bagian 5-Pantai Glagah-Kulon Progo dan Undur-Undur Laut

Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta punya segudang lokasi wisata alam yang luar biasa. Mulai dari lokasi wisata alam di daerah pegunungan, di perkotaan dengan bangunan peninggalan sejarah yang masih sangat terawat hingga kini, dan pantai. Jadi propinsi ini sangat komplit kalau saya bilang. Dan eskalasi informasi tentang potensi wisata tersebut tidak bisa lepas dari peran media sosial dan internet. Dahulu, kalau pergi ke Yogyakarta, paling-paling hanya menuju ke Malioboro, kraton, taman sari, alun-alun, belanja oleh-oleh dan makanan khas Yogyakarta di kawasan KS. Tubun-Pathuk, Pantai Parangtritis, Pantai Baron, Pantai Kukup, dan beberapa lokasi wisata populer lainnya.

Namun kini, siapa sangka objek wisata Kalibiru, yang tak lain adalah platform/dudukan yang terbuat dari kayu dengan ketinggian beberapa belas meter diatas permukaan tanah, dengan latar belakang pemandangan danau dan hutan-hutan di sekitar danau (Waduk Sermo) dari atas ketinggian bisa seterkenal itu. Foto-foto dari hasil jepretan fotografer tersebut banyak kita temui bermunculan di media sosial. You name it!ย Path, Facebook, Twitter, dan yang paling dahsyat: Instagram.

Pantai Glagah, Kulonprogo-D.I Yogyakarta

Continue reading

[Yogyakarta Trip] Bagian 2-Sarapan Pagi di Warung Kopi Klotok-Kaliurang

“Ke Warung Kopi Klotok Kaliurang, yuk!”

“Tapi harus berangkat pagi-pagi ya, kalau nggak pasti udah rame dan panjang antreannya”, saran seorang teman. Dan benar juga. Saat kami sampai disana, tepat pukul 07.00 WIB, area parkir mobil sudah penuh. Pun demikian dengan antrian di area dapur yang sudah cukup panjang, dan meja kursi makan kayu yang sebagian besar sudah terisi penuh.

Warung Kopi Klotok ini cukup mudah ditemukan dari arah Jalan Raya Kaliurang. Tepatnya di ย Jl Kaliurang Km 16, Kledokan, Pakem, Sleman. Kalau dari arah Kota Yogyakarta (area Kaliurang masuk Kabupaten Sleman) jalan masuk ke resto bersahaja ini ada di sebelah kiri jalan. Cukup buka aplikasi Google Maps di smartphone anda, and the rest is history! Let’s walk in..

Warung Kopi Klothok, Kaliurang-Yogyakarta

Sayang sekali, saya tidak sempat mengambil foto saat di dapur, dimana pengunjung mangantre masakan yang disajikan. Masakan-masakan khas rumahan (orangย  bilang masakan ‘ndeso’), seperti: sayur lodeh kluwih (semacam nangka), lodeh tempe cabe ijo, lodeh terong, telur kerispi, gudeg ceker (dihitung Rp2.500,-/2 ceker ayam, sayur gudegnya boleh diambil), ikan pindang goreng tepung, ikan asin layur, dan yang paling digemari, pisang goreng dan jadah (ketan) goreng. Melihatnya sungguh membuat saya berselera, dan akibatnya… Saya kalap! ๐Ÿ˜€

Continue reading

[Yogyakarta Trip] Bagian 1-Exploring Jalan Malioboro

Halo Yogyakarta!

Setelah 17 jam di perjalanan, diwarnai dengan kemacetan parah di daerah Saradan Mantingan sehingga perjalanan terlambat 3 jam saja, dan beberapa kali sesi istirahat di SPBU, resto, dan rest area sepanjang tol Pandaan-Kertosono, sampai juga di kota gudeg ini. Misi pertama sebelum masuk kota Yogyakarta adalah: cuci mobil! Kebayang dong, bagaimana rupa mobil warna hitam setelah menembus hujan hampir sepanjang perjalanan? ๐Ÿ˜ฎ

Mobil kembali ‘cling’ luar dan dalam, berkat pelayanan memuaskan dari Sasando Car Wash, tempat cuci mobil yang kami temukan dari Google Search, yang berlokasi tepat di samping Hotel Yellow-Amborukmo, Jalan Laksda Adi Sucipto. You should try their service sometimes while you’re on the way to the city from outside of town, or anytime while you’re in town ๐Ÿ™‚

Tugu Yogyakarta, pukul 10.30 WIB

Well, tidak banyak yang kami lakukan sepanjang hari di hari pertama setelah kami sampai di sini selain beristirahat setelah menempuh perjalanan jauh. Sebenarnya gatal juga ingin langsung jalan-jalan mengitari kota, yang terlihat mulai padat dengan datangnya turis dari luar kota, yang ingin menghabiskan liburannya hingga merayakan tahun baru di spot-spot romantis kota Yogyakarta.

Continue reading

[Christmas Homecoming Story] Bagian 8-Kampus FEB Unibraw Tercinta

Last day in Malang!

Ada beberapa agenda di hari terakhir saya dan istri di Kota Malang, yang pasti salah satunya adalah makan bersama dengan keluarga. Tidak harus mewah dan mahal, yang penting kebersamaan kalau orang bilang. Dan agenda yang pasti kami lakukan hari itu adalah: ziarah ke makam keluarga di dua tempat-TPU Samaan dan TPU Landungsari, mampir ke kampus tercinta Universitas Brawijaya Malang, tepatnya ke Fakultas Ekonomi dan Bisnis (dulu cukup disebut Fakultas Ekonomi saja), dan belanja beberapa bahan olahan makanan untuk oleh-oleh di Pasar Oro-Oro Dowo.

Tujuan pertama: TPU Samaan.

Di pemakaman ini cukup banyak anggota keluarga saya dari garis keturunan bapak saya dikebumikan di sini, dari buyut, kakek, nenek, pakdhe, budhe, bulik (tante) saya. Hanya 2 tempat saja yang saya hafal karena sering singgahi, yaitu makam nenek saya, Mbah Sadikyah (mbah Yah-ibu dari bapak saya) dan kakek saya (ayah dari ibuk saya), Mbak Kung Suitbertus Harjosuprapto (atau dipanggil Mbah Prapto). Hampir setiap saya pulang ke Malang, dan menjelang keberangkatan saya kembali ke perantauan, saya selalu menyempatkan diri berkunjung ke makam mereka. Mendoakan mereka, agar tenang dan bahagia di alam sana.

TPU/Makam Samaan, Malang
TPU/Makam Samaan, Malang

Continue reading