Bagaimana Merek Tetap Bertahan di Situasi New Normal (bagian 4)

Tulisan keempat ini adalah rangkuman dari serial post tentang Covid-19 ini. Di tulisan ketiga, saya menjelaskan singkat strategi direct to consumer channel dan strategi delivery hub channel yang bisa dijalankan oleh merek-merek consumer goods. Untuk sekedar refresh, direct to consumer adalah langkah strategis yang diambil oleh pengelola merek untuk memangkas rantai pasok, alias tidak ada…

Refleksi: Karyawan di Masa Pandemi Covid-19

Di perjalanan menuju kantor hari Senin, 6 Juli 2020 kemarin, saya sempat baca cuitan dari mbak @iimfahima. Beliau menulis begini: “Yang sampai hari ini masih kerja digaji kantor, bekerjalah sebaik-baiknya untuk perusahaan. Saat ini bahkan puluhan bisnis raksasa memutuskan menutup bisnisnya. Perusahaan yang masih mempekerjakanmu hari ini, sedang berusaha melewati ujian yang mungkin kamu ga…

Bagaimana Merek Tetap Bertahan di Situasi New Normal (bagian 3)

Weiji. Istilah dalam bahasa Cina, diambil dari kata wei dan ji, diterjemahkan menjadi bahaya dan peluang. Atau bisa diartikan, selalu ada peluang untuk berkembang dan bertumbuh, meskipun kita sedang dalam krisis/bahaya. Setiap bidang usaha pasti punya keunikan tersendiri. Jangankan di consumer goods, arena bermain saya sehari-hari, di industri frozen foods-pun, sangat beragam. Dikerucutkan lagi, di…

Bagaimana Merek Tetap Bertahan di Situasi New Normal (bagian 2)

New normal, next normal, old normal, social distancing, physical distancing, self-quarantine, work from home, flexible working hours, stay at home economy (antithesis dari leisure economy), work out from home, instant delivery yang mengarah ke utility, bukan saja indulgence, hingga contactless delivery. Istilah-istilah yang belakangan ini sering seliweran di lini masa media sosial kita, terlebih di…

Bagaimana Merek Tetap Bertahan di Situasi New Normal (bagian 1)

Kita sudah terbiasa mendengarkan istilah baru yang muncul di masa karantina pandemi Covid-19 ini. The old normal, the new normal, the next normal, dan yang paling seram, herd imunity. The next normal alias keterbiasaan kita yang baru, diartikan sebagai suatu tahapan yang terjadi, dimana vaksin untuk virus Covid-19 sudah tersedia luas, diperjualbelikan secara bebas, dan…

Gagap Layanan Pesan Antar, Fenomena di Consumer Goods.

Beberapa bisnis yang diprediksi tetap menggeliat di masa karantina Covid-19 ini adalah bisnis e-commerce dan bisnis retail (minimarket, supermarket, dan specialty store-obat-obatan, kosmetik, dan lain-lain), dan juga bisnis pemrosesan makanan yang menyediakan kebutuhan-kebutuhan pokok orang banyak. Sementara bisnis yang diprediksi akan pulih paling terakhir adalah bisnis pariwisata, yang paling terpukul dengan adanya social distancing ini….

Ice Cream and Everything Delivery. A New Normal After COVID-19?

Some businesses that are predicted to remain stretched during the Covid-19 quarantine period are the e-commerce business, and retail business (minimarkets, supermarkets, and specialty stores-medicines, cosmetics, etc.), and also the food processing business that provides the needs – basic needs of the people. While the business that is predicted to recover most recently is a…

Alasan Saya Semakin Sering Bermain Instagram

Saat ini, Instagram menjadi salah satu platform media sosial paling populer di Indonesia, dan dunia. Di Indonesia saja, anak-anak muda yang menjadi kontributor traffic dan daily active user-nya kian tak bisa lepas dari smartphone-nya. They always check their Instagram account. Dan mungkin notifikasi dari Instagram di bagian atas layar smartphone-nya menjadi hal yang sangat menarik,…

Refleksi Saya, Lima Belas Tahun Berkarya di Satu Perusahaan

Why an employee can last more than 15 years in a single company? Gaji yang ok, tunjangan yang cukup, dimana tujangan kesehatan bisa cover semuanya termasuk dokter gigi-dokter mata dan pengobatan untuk penyakit-penyakit kelas berat jika (amit-amit) terjangkit? Atau fasilitas mobil dinas dengan reimbursement tol, parkir, dan food allowance? Atau kesempatan luas yang diberikan perusahaan…

Employee Engagement dan Internal (Corporate) Influencers

Beberapa tahun yang lalu, mungkin kita biasa mendengar komentar seorang baby boomers di lingkungan kerja terhadap aktivitas salah seorang kolega mudanya; “Kerja dong! Ini kok malah main hape terus?” Atau “Kok mainanĀ  facebook mulu? Itu kerjaan kamu gimana? Udah beres?” tanyanya (yang mungkin kerjaan si anak muda bukan urusannya juga), yang dibalas dengan tatapanĀ  sinis…