Perpanjangan SIM Paling Praktis? Ya di Mal!

It’s a writing about service. A good service from Police Department to it’s ‘consumer’, to extend our driver license every 5 years. Tidak harus melakukan perpanjangan di kantor-kantor polisi, namun bisa juga di pusat-pusat keramaian lewat Mobil SIM Keliling, maupun lewat Gerai SIM yang tersebar di mal-mal besar di Jabodetabek.

Empat tahun yang lalu, tepatnya tanggal 24 Juni 2014, saya pernah mengunggah cerita saya mengurus SIM A dan SIM C secara bersamaan di Kantor Polisi Resort Kota Bekasi. Cukup seru pengalaman saya saat itu yang harus mengurus SIM A dan SIM C saya dari awal, melalui tes teori dan praktek yang cukup seru dan berliku-liku. Untuk SIM A saya cukup melaluinya dengan 2 kali datang saja. Untuk SIM C? Hmmm… Saya harus 5 kali datang ke kantor Polres Bekasi ini. Untuk kedatangan pertama, saya tidak lulus tes teori (padahal kan… Ah sudahlah! :)), dan 2 minggu kemudian saya datang kembali untuk tes teori kembali, dan lulus. Semacam ujian ulangan/her saat kuliah dulu lah. Lalu lanjut ke tes praktek, dimana masing-masing peserta ujian harus mengendarai kendaraan bermotor yang sudah disediakan, yaitu sepeda motor jenis bebek dengan transmisi manual. Namun jika peserta SIM C ingin mengikuti tes praktek dengan menggunakan sepeda motor sendiri, dari penuturan petugas polisi sebelum sesi tes praktek ini dimulai, tetap diperbolehkan.

Ujian Teori SIM A dan SIM C di Polresta Bekasi, tahun 2014

Continue reading

Advertisements

Digital Marketing for Online Business (Oriflame)

Selalu ada rasa tidak percaya diri saat seseorang mengundang saya untuk bicara di depan umum. Untuk berbagi pengetahuan dan pengalaman tentang suatu hal yang tentunya dekat dengan saya. Kadang pun, di awal semester baru di Komunikasi-Periklanan FISIP UI, saat saya mempersiapkan materi untuk satu semester, rasa tidak percaya diri itu kerap muncul. Kekhawatiran itu timbul karena muncul pertanyaan di benak saya, “Apa iya, materi yang saya bagikan nanti bakal berguna buat mereka, mahasiswa saya?” atau “Apakah materi-materi saya dan cara saya membawakan nya cukup baik untuk memenuhi ekspektasi mereka, baik kampus dan mahasiswa saya?”

It’s simply ‘am I good enough question’, actually. Living up to expectation.

Dan setelah berbagi di depan mahasiswa di kampus saya, Universitas Brawijaya Malang, tepatnya di Jurusan Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis tanggal 15 Februari yang lalu, kini saya dapat undangan untuk berbagi di depan audience yang lain di tanggal 25 Februari. Namun bukan di depan mahasiswa, melainkan di depan ibu-ibu rumah tangga dan perempuan-perempuan muda yang tertarik atau sedang menjalani bisnis network marketing, yang lebih dikenal dengan multi level marketing (MLM) dengan merek Oriflame. Dan undangan itu pun datang dari kolega lama saya, Bunga Mega, yang sudah saya kenal sejak 6 tahun yang lalu di event Speed Networking yang digagas oleh seorang career coach. Perkenalan pun berlanjut dengan adanya event blogger gathering yang dibuat untuk brand es krim low fat zero milk, LuVe (dahulu disebut LuVe Litee) tanggal 22 Februari 2013 yang lalu, dimana event blogger gathering ini dibantu penyelenggaraannya oleh agency Cewequat (women empowerment community) yang didirikan oleh beliau.

Digital Marketing for Online Business (Oriflame), 25 Februari 2018

Continue reading

[Homecoming Trip] Alumni Pulang Kampus!

“Mas bro, kita bikin sesuatu untuk kampus lagi yuk!”, ujar Yusuf Risanto, rekan saya semasa kuliah dulu di Jurusan Manajemen Fakultas Ekonomi (kini disebut Fakultas Ekonomi dan Bisnis) Universitas Brawijaya Malang, yang kini menjabat sebagai salah satu dosen tetap di jurusan Manajemen. Let’s make it happen!

Dan jadilah ide mengadakan kuliah tamu yang dibilang persiapannya cukup singkat itu. Singkat, karena acara kuliah tamu ini dibuat di sela-sela libur kuliah S3-nya di China. Kejutan nya adalah, di sesi kuliah tamu tanggal 15 Februari 2018 ini ternyata bukan hanya saya saja yang diundang untuk berbagi, melainkan ada 3 orang rekan lagi, yang mewakili expertise di bidang masing-masing. This got me so excited! Dani Kurniawan, HR, CRM dan Finance expert dari industri alat-alat berat. Kemudian Alif Priyono, jagoan digital dari industri startup yang sudah sangat berpengalaman di manajemen startup, sehingga yang diambil adalah keahliannya di bidang entrepreneurship. Pembicara ketiga adalah Anggun Wibowo, seorang expert di manajemen operasional dan supply chain management di industri telekomunikasi. Dan keempat adalah saya, seorang pembelajar. Namun sayangnya, Anggun Wibowo berhalangan hadir karena kesibukan beliau yang luar biasa.

Kuliah tamu FEB-UB 15 Februari 2018

So, there will be only 3 of us; Dani, Yoga, dan Alif on the stage! Dan tajuk sesi kuliah tamu hari itu adalah: “Marketing and Human Resource Outlook in Manufacturing Industry”. Sehingga dalam benak saya, ekspektasi yang muncul dari audience-mahasiswa S1 semester 4-5 dan S2 yang datang di hari itu, adalah mendapatkan pengetahuan dan pengalaman dari kami, yang disampaikan bersama dengan trend baru di dunia kerja kami masing-masing di tahun 2018 ini.

Continue reading

Sharing Economy dan Konsumen Masa Kini

Kita sudah sering mendengar istilah sharing economy (entah lebih nyaman di-Bahasa-kan menjadi ekonomi berbagi atau ekonomi bersama), dan juga istilah digital economy, yang saya artikan sebagai ekonomi berbasis digital, yang sanggup menghubungkan banyak orang dengan motif ekonomi yang berbeda-beda di berbagai tempat secara bersamaan, tanpa batasan ruang dan waktu. Dengan saling terhubung nya masing-masing pihak dalam lingkup digital economy ini, di dapatlah jejak-jejak digital yang sangat banyak (big data). Jejak digital ini apabila dikumpulkan dan dipilih dan disaring sedemikian rupa, menjadi insights yang sangat kaya, untuk digunakan dalam proses pengambilan keputusan selanjutnya, karena dari jejak digital ini dapat dilihat pola perilaku konsumen, cara dan langkah-langkah yang mereka ambil saat membuat keputusan, bagaimana perilaku dan aktivitas mereka di media sosial, dan masih banyak lagi.

Lalu bagaimana hubungan antara digital economy dan sharing economy?

Continue reading

Bicara Dengan Rasa-To Learn, Unlearn, and Relearn

Learn. Unlearn. Relearn. Belajar terus. Kalau Alvin Toffler mengatakan demikian; “The illiterate of the 21st century will not be those who cannot read and write, but those who cannot learn, unlearn, and relearn.” Bahwa ketidakmampuan orang-orang di abad 21 bukanlah untuk menulis dan membaca, namun ketidakmampuan untuk belajar, mengosongkan pikiran dan diri, untuk dapat belajar kembali. Satu poin yang saya anggap penting adalah kemampuan untuk mau mengosongkan diri (ego) dan pikiran, untuk dapat belajar kembali. Analogi ‘gelas kosong’ memang selalu tepat bila dikaitkan dengan proses belajar ini.

Bicara Dengan Rasa-batch 3 (foto: Daily Meaning)

Continue reading

Mendadak Bandung! (Mie Baso Akung-Jalan Dago-180 Coffee and Music)

Kota Bandung memang tidak masuk di top three kota favorit saya di Indonesia, tapi boleh lah ia masuk ke peringkat 4 setelah Kota Malang, Kota Semarang, dan Kota Bogor. Namun bagaimanapun, untuk short getaway, yang agak jauh sedikit dari Jakarta atau Bekasi, kami pasti memilih Bandung. And you know what, saya suka dengan ajakan: “Eh, jalan ke Bandung yuk!” Entah ajakan itu ditujukan ke saya, atau saya yang mengajak ke Bandung. 

Taman Vanda, Bandung

Continue reading

[Yogyakarta Trip] Bagian 4-Taman Doa Gantang dan Resto Jejamuran

On to the next location, Taman Doa Gantang, Magelang!

Selepas berkeliling menjelajah Kaliurang, melewati lereng Gunung Merapi, belanja oleh-oleh khas (apalagi kalau bukan jadah tempe dan wajik), kami beranjak menuju perbatasan D.I Yogyakarta dan Jawa Tengah, menuju Kota Magelang, lewat Kota Muntilan. Inginnya sekalian jalan-jalan ke Candi Borobudur, tapi mungkin terlalu mainstream. Alih-alih kami bertujuh menuju tempat wisata religi, Taman Doa Maria Ratuning Katentreman lan Karaharjan, Gantang, Magelang. Letak gua Maria dan patung Maria (seperti halnya di Gua Maria Kerep, Ambarawa) yang berdekatan dengan Gereja Stasi Gantang ini, ada di lereng bukit. Untuk menuju kesana, perlu kendaraan yang kuat nanjak. Karena rutenya cukup menantang, tanjakan dan turunan berkelok-kelok dengan pemandangan sawah, ladang, dan kadang hutan yang masih menghijau. Lumayan asik.

Taman Doa Maria Ratuning Katentreman lan Karaharjan Gantang, Magelang

Continue reading