Beli Momen, Bukan Hanya Beli Barangnya

Pernah terpikir nggak, kalau kita kasih treatment ke orang-orang terdekat kita, mengajak mereka ke tempat makan dengan suasana yang syahdu dan romantis, misalnya, dengan sajian makanan yang enak dan menggugah selera tentunya? Dan saat setelah makan malam berakhir, saya percaya bahwa tagihan yang kita bayar itu bukan saja untuk makanan dan minuman yang kita pesan, tapi juga momen berharga yang kita dapatkan.

Melihat mereka, orang-orang terdekat kita bisa saling bercerita, cerita hidup dan petualangannya selama jauh dari kita, dengan tawa terbahak-bahak saat salah satu dari mereka menceritakan pengalaman lucunya. Melihat semuanya berkumpul melingkar di satu meja, melihat mereka makan dengan lahapnya, dan menikmati suasana kebersamaan satu sama lain.

Malang, 28 Desember 2020

We purchased the moment, not just those good stuffs.

Narasi diatas sungguh mengena buat saya, anak perantauan yang tinggal jauh dari rumah. Tinggal di Bekasi, bekerja di Jakarta Timur, dan keluarga besar saya semuanya tinggal di kota Malang. Rindu? Selalu. Ingin selalu pulang? Jelas, barang tentu.

Tapi bisa juga berlaku untuk keluarga kecil kita, yang bahkan kita temui setiap hari. Tidak harus makan-makan mahal juga, karena keluarga saya cenderung suka dengan tempat makan yang itu-itu saja. Bahkan, kami punya tempat makan pecel ayam-pecel lele favorit yang seringkali kami datangi, makan di tempat, di pinggir jalan dengan sangat nikmatnya.

Bekasi, 1 April 2021

Satu lagi, saya sangat menghargai apa yang saya beli. Termasuk diantaranya makanan. Sehingga sebisa mungkin menghabiskan makanan dan minuman yang dipesan (jadinya selalu pesan secukupnya, kalau tidak habis selalu dibungkus bawa pulang), tidak pernah menyisakan makanan dan minuman yang sudah dipesan. Dan senang sekali jika bapak atau ibu mertua, dan juga istri saya menghabiskan makanan yang dipesan. Saya yakin demikian juga yang chef atau juru masak yang menyiapkan masakan tersebut, senang kalau masakan yang sudah dipersiapkannya dengan sepenuh hati, habis dilahap oleh pelanggannya.

It’s about appreciating everything that we have.

Dan ngobrol tentang merantau dan pulang kampung, tanggal 19 Juni 2021 nanti, saya dan istri akan pulang kampung ke Kota Malang. Melihat lagi senyum dan tawa yang sudah lama tidak saya lihat, yang sangat saya rindukan. Jadi, tulisan kedua, ketiga, dan bahkan mungkin juga tulisan keempat di bulan Juni atau Juli ini akan berkisah seputar perjalanan saya dari Bekasi-Ambarawa, mampir rehat sebentar untuk mengantarkan tante dan sepupu saya pulang kampung kesana, dan melanjutkan perjalanan pulang ke Kota Malang di hari yang sama, dan tentunya hari-hari saya bersama keluarga di Kota Malang tercinta.

Saya sudah mempersiapkan hadiah-hadiah sebagai oleh-oleh untuk keempat keponakan saya, dan mudah-mudahan mereka suka dengan hadiah yang saya bawa. Lagi-lagi, saya bukan membeli hadiah untuk orang-orang terdekat saya, melainkan saya membeli momen dimana saya akan melihat senyum di bibir mereka, dan orang-orang terdekat saya di rumah. Melihat pupil mata mereka membesar, dan tawa ceria mereka saat melihat hadiah yang saya dan istri saya berikan ke masing-masing dari mereka. Mudah-mudahan, mereka suka.

2 Comments Add yours

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s