Happy 13th Wedding Anniversary!

Candi Jago, 24 Desember 2020

Selamat ulang tahun pernikahan yang ke-13 untuk kami berdua!

Setelah mengikat janji perkawinan tanggal 13 April 2008 yang lalu, dan merayakan dengan makan bersama (berdua saja atau bersama keluarga besar), dan dengan rutin melakukan Semarang Trip, tahun ini kami mencoba memberikan hal yang berbeda untuk memperingatinya. Merayakannya dari rumah, tidak keluar kota. Dari saya dulu ya πŸ™‚

Saya coba shortlist sekian banyak lagu-lagu yang menjadi favorit kami berdua. Lagu-lagu yang sering kami dengarkan di radio saat berangkat-pulang kantor, atau saat dalam perjalanan jauh ke luar kota, lewat Spotify, atau lewat platform lain, menjadi hanya 13 lagu saja. Here’s the song list:

  1. Kenny Rogers – Through The Years
  2. Melissa Manchester – Looking Through The Eyes of Love
  3. Stephen Bishop – It Might Be You
  4. Glenn Fredly – Sabda Rindu
  5. Sting – Fragile
  6. Chrisye – Seperti Yang Kau Minta
  7. Basil Valdez – You
  8. Heatwave – All I Am
  9. Payung Teduh – Berdua Saja
  10. Iron & Wine – Flightless Bird, American Mouth (Wedding Version)
  11. George Duke – Born To Love You
  12. Lauren Wood – Fallen
  13. Chrisye – Untukku
Semarang, 21 November 2020

13 April 2008-13 April 2021.

Kenapa memilih lagu-lagu tadi? Lagu pertama dan kedua, adalah lagu yang dimainkan saat pemberkatan pernikahan kami; Melissa Manchester – Looking Through The Eyes of Love, dan lagu Kenny Rogers – Through The Years menjadi theme song untuk video montage hasil photo shot pre-wedding kami di Malang. Video tersebut kemudian dimainkan saat resepsi pernikahan kami.

Demikian juga dengan lagu dari Stephen Bishop – It Might Be You (original soundtrack Tootsie), yang dimainkan oleh wedding singer di resepsi kami. Memorable!

Lagu Sabda Rindu dari almarhum Glenn Fredly, saya ingat pernah saya kirimkan ke istri saat saya sedang dalam perjalanan pulang ke Malang sehabis tugas luar kota di Surabaya, via platform Path, saat kami saling merindukan kehadiran masing-masing. Lagu ini termasuk lagu yang selalu kami dengarkan utuh, istri saya pasti protes kalau saya skip lagu ini saat berdua di mobil πŸ™‚

Kalau lagu Sting-Fragile, adalah salah satu dari 3 lagu favorit saya sepanjang masa, dan sepertinya tidak mungkin untuk tidak dimasukkan ke 13 lagu kami. Demikian juga dengan lagu Heatwave – All I Am di urutan ke-8. Oh iya, lagu favorit saya nomor satu sepanjang masa, pun saya masukkan ke dalam Song List of 13 ini. Karena mungkin kami masih merasakan vibes dari film Pretty Woman, adegan saat Richard Gere menjemput Julia Roberts yang sudah berdandan cantik, untuk diajak nge-date, naik pesawat jet pribadi πŸ™‚ It’s Fallen by Lauren Wood.

Malang, 19 November 2020

Mari menua bersama!

Mas Chrisye memberikan warna tertentu lewat musik dan lagunya dalam perjalanan pernikahan kami. Sehingga harus ada 2 karya dari beliau yang masuk Song List of 13 ini; Seperti Yang Kau Minta, dan Untukku. Lagu Seperti yang Kau Minta ini punya makna yang cukup dalam, dimana masing-masing dari kita pasti punya pengharapan akan pasangan kita masing-masing. Namun tentunya, tidak akan semua dari pengharapan akan terpenuhi, pasti ada beberapa hal yang tidak bisa kita berikan, karena keterbatasan kita atau keadaan. Meet me halfway, demikian kira-kira makna yang bisa saya tarik dari lagu ini.

Sedangkan lagu Untukku (saya masih hafal dengan video klipnya yang punya ambiance warna biru lembut yang menenangkan), juga salah satu lagu dari Mas Chrisye yang jadi favorit saya. Tentang jodoh yang tidak akan kemana, namun selalu patut untuk diperjuangkan. Bukan saja saat awal mendapatkan pasangan kita, namun lebih dari itu. Tentang menjaga pasangan kita, dan perasaannya selama bersama, seterusnya. Best part of the song: the interlude πŸ™‚

Bekasi, 14 November 2020

Seperti halnya karya dari Mas Chrisye, karya-karya Mohammad Istiqamah Djamad, atau kerap dipanggil Is, eks lead vocal dan front man dari band Payung Teduh (kini Pusakata) punya tempat istimewa di songlist ini, dengan lagu; Berdua Saja. Band Payung Teduh saya ketahui saat mengajar di FISIP UI, dimana band ini kerap bermain di event-event yang diselenggarakan anak-anak UI. Saya tahu band ini juga dari anak-anak mahasiswa/i saya.

Untuk lagu Berdua Saja, sebenarnya muncul rasa suka setelah beberapa kali mendengarnya. Dari sejak intro pertama terdengar, syair yang sederhana, interlude, petikan gitar, ukulele, kontra bass, membuai hingga akhir lagu.

Lagu ini ada di album Dunia Batas, album Payung Teduh favorit saya! Saya semakin suka saat melihat fan made video clip yang dibuat anak-anak Komunikasi FISIP UI, dengan skuter Piaggio lawas, dan suasana Hutan UI. Ah, coba lihat video klip buatan anak-anak kreatif tersebut disini.

Iron & Wine – Flightless Bird, American Mouth (Wedding Version), sebuah lagu yang diambil dari original soundtrack film Breaking Dawn, The Twilight Saga part 1 ini menjadi lagu yang termasuk paling sering saya putar di Spotify. Berbeda dengan versi aslinya, wedding version ini lebih syahdu dan mengena. Call me sentimental, I’m ok with that, but I shed a tear when I was in a romantic mood, right at the song’s longer interlude. It’s so beautiful!

Dan lagu terakhir yang saya bahas, datang dari musisi legendaris, George Duke, yang sempat saya tonton secara live di Java Jazz Festival 2010. Beliau berkata saat itu, kalau ia tidak sadar punya sebuah lagu yang sangat populer di Indonesia, dan mungkin jarang dimainkannya saat live. Dan jadilah, satu hall berteriak menyambut riuh, saat intro lagu Born To Love You dimainkan.

Lagu terakhir, You, dari penyanyi asal Filipina dengan suara yang silky velvety smooth, Basil Valdez. Saya dengar lagu ini dari radio KIS 95.1 FM, di hari Rabu, di awal-awal saya bekerja di Jakarta, lewat acara iconic mereka: Wednesday Slow Machine. Lirik lagu ini sungguh dahsyat!

It’s your smile
Your face, your lips that I miss
Those sweet little eyes that stare at me
And make me say
I’m with you through all the way
‘Cause it’s you
Who fills the emptiness in me
It changes everything, you see
When I know I’ve got you with me

Sometimes it’s not the music that gets you emotional. It’s the people and thing that come to your mind when you hear it. Saya amini quote ini, karena memori yang seolah mengalir kembali di pikiran saat lagu-lagu tertentu dimainkan.

Cheers for so many years to come, Vita!

5 Comments Add yours

  1. Avant Garde says:

    Happy wedding anniversary mas, semoga langgeng dan bahagia selalu, amien

    1. haryoprast says:

      Thank you, mas Djangki! Sehat-sehat selalu…

  2. mysukmana says:

    sakinah mawadah warrohmah om..playlistnya oke juga

    1. haryoprast says:

      Terima kasih apresiasinya, mas πŸ™‚

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s