Perjalanan Malang-Ambarawa-Jakarta-Semarang-Malang untuk Lebaran Trip (bagian 3)

Halo lagi Jekardah!

Banyak rencana, bahkan terlalu banyak rencana yang ingin kami lakukan semuanya selama di Jakarta. Dan Jakarta sendiri di masa liburan Lebaran sangat menyenangkan traffic-nya. Cenderung lengang, dan sangat nyaman. No traffic jam. Well, almost. Kalau di list down, ada beberapa titik yang ingin dituju; Kebun Binatang Ragunan, Tugu Monas, Pantai Ancol, rumah sanak saudara dan keluarga (4 titik-Cipete, Ciledug, Ciputat, dan Tambun, Bekasi), Pasar Mainan Kaki Lima Gembrong, IKEA BSD, Pekan Raya Jakarta JIExpo Kemayoran, dan tentunya jalan mall to mall hanya untuk cari mainan di Toys Kingdom. Masih ada kandidat lokasi jalan-jalan lainnya, Bandung dan sekitarnya. Namun sayang harus dibatalkan karena kami harus bertolak ke arah Jawa Timur di tanggal 6 Juni 2019, tepat di H2 Lebaran.

Minggu, 2 Juni 2019

Aktivitas pagi dimulai di Kebun Binatang Ragunan, lokasi favorit untuk lari pagi saya dulu, yang rutin saya datangi hampir setiap hari Sabtu atau Minggu pagi, sebelum terkena cedera di tumit kiri saya. Dan setelah sekian lama, saya kembali lagi ke tempat yang luas, sejuk, bersih, dan asri ini. Tarif masuk masih sama, Rp3.000,- untuk anak-anak dan Rp4.000,- untuk dewasa. Biaya parkir mobil pun hanya Rp6.000,- untuk seharian. Murah meriah, pake banget. Kalau bawa sepeda, hanya dikenakan biaya Rp1.000,- saja. Pantas, kalau kita datang ke sini pagi-pagi (sudah buka pukul 06.00 WIB), sudah ramai dengan mereka yang jogging ataupun bersepeda keliling kompleks kebun binatang. Komplek kebun binatang yang bersih, dengan lebar jalan paving stone yang cukup dilalui 2 mobil, membuat pengunjung yang berolahraga merasa cukup nyaman.

Kebun Binatang Ragunan

Dan sebenarnya, tanpa berniat berolahraga pun, berkeliling komplek kebun binatang ini pun cukup dapat membakar kalori. Tanpa disadari. Saya ingat, satu putaran keliling Kebun Binatang Ragunan, kalau lewat trek paling luar, bisa mencapai 4,7 km. Dan kalau ingin mencapai 10 km dalam satu kali sesi lari, kita bisa ambil trek keliling danau dekat kandang Siamang. Trek yang datar cukup menyenangkan, disamping sangat teduh karena dinaungi banyak pepohonan.

Kebun Binatang Ragunan (dokumentasi pribadi tahun 2017)

Spot pertama yang kami tuju tentunya kandang burung Pelikan. Letak kandang burung eksotis ini ada di dekat pintu utara, pintu masuk yang selalu saya lewati di setiap kunjungan ke kebun binatang ini, yang dekat dengan lokasi parkir. Ibu saya yang sudah tidak kuat berjalan jauh pun memilih untuk duduk-duduk saja di lokasi ini, ditemani bapak saya. Sementara saya, istri, kedua keponakan saya dan ayahnya, memilih berjalan-jalan berkeliling kebun binatang. Karena jarak keliling yang cukup jauh, saya sarankan memakai sepatu olahraga yang nyaman, dengan bantalan yang cukup bisa menunjang pergerakan kita, meskipun hanya beraktivitas jalan saja. Dan itu yang saya dan istri saya lakukan, bergaya seperti orang yang mau olahraga.

Kebun Binatang Ragunan (dokumentasi pribadi tahun 2017)

Satu hal yang patut diacungi jempol adalah kebersihan di lokasi kebun binatang ini, dan fasilitas toilet yang tersebar di seluruh area kebun binatang, yang dapat dinikmati secara cuma-cuma. Keberadaan toilet bersih ini sangat membantu, terutama buat saya yang sering terkena ‘serangan pagi’ alias sakit perut saat hendak memulai jogging. Dan juga toilet yang ada di dekat pintu masuk/keluar, dimana saya sering mandi cepat setelah sesi jogging. Seharusnya kami bisa sarapan nasi pecel sayur, mie goreng, dan aneka gorengan di dalam Kebun Binatang Ragunan ini, namun karena masih masuk bulan puasa, para penjaja nasi pecel pun banyak yang libur.

Mimik muka memelas Dirta, keponakan saya, saat menunggu kedatangan ibunya 🙂

Selesai dengan jalan-jalan kebun binatang, tujuan kami selanjutnya adalah menjemput adik saya Lucia Dian, ibu dari kedua keponakan saya di Stasiun Gambir, yang dijadwalkan sampai pukul 10.00 WIB (namun kereta api Gajayana Lebaran terlambat 45 menit lamanya) . Well, dengan masuk ke area parkir dan tempat penjemputan penumpang  di stasiun kereta api terbesar di Jakarta ini, saya cukup bisa memenuhi salah satu target kunjungan, Tugu Monas (Monumen Nasional), meskipun dari kejauhan. Dan karena jalur yang saya ambil dari arah Ragunan ke Gambir memungkinkan saya melewati Jalan Sudirman-Thamrin, termasuk melewati Gedung Sarinah Thamrin dan Gedung Bawaslu, dimana terjadi kekacauan di tanggal 21-22 Mei 2019 yang lalu. Yup, riots caused by those thugs! Saya seperti tour guide saja saat melewati jalanan Jakarta yang cukup lengang. Menjelaskan masing-masing lokasi dan gedung yang kami lewati, hingga kami masuk ke area parkir Stasiun Gambir.

Coworking Space di Stasiun Gambir

Ada satu hal yang menarik perhatian saya saat masuk ke area tunggu penumpang, yaitu keberadaan coworking space di salah satu sudut, dimana penumpang kereta api bisa menggunakannya di hari dimana ia berangkat atau sampai, hanya dengan menunjukkan boarding pass dan sudah download aplikasi KAI Access di smartphone-nya. Jadi sangat bermanfaat buat para pengguna kereta api yang tengah menunggu jam keberangkatan, ataupun tengah menunggu jemputan pulang, fasilitas coworking space ini bisa dimanfaatkan selama maksimal 2 jam (bisa extend sampai 1 jam) saja, sebagaimana dikisahkan oleh Mbak Susie Ncuss lewat blog-nya www.travelndate.com. Selain di Stasiun Gambir ini, PT. KAI ternyata juga sudah membuka sejumlah coworking space lain di Stasiun Juanda Jakarta, BNI City Jakarta, Cirebon, Semarang Tawang, Yogyakarta, Surabaya Gubeng dan Stasiun Jember. Awaited passenger picked up, now onto our next location!

“Makanlah sebelum belanja, niscaya akan terhindar dari lapar mata”. Hehehe.. Entah siapa yang menemukan prinsip tersebut, yang sangat saya percayai kebenarannya. Dan karena percaya akan prinsip tersebut, jadilah kami makan dahulu sebelum beranjak ke Pekan Raya Jakarta/Jakarta Fair Kemayoran 2019. Lokasi makan favorit saya lah yang saya tuju, yaitu Warung Nasi Ampera 2 Tak Cempaka Putih. Tempat makan khas Sunda Cianjur ini seperti biasa menyajikan masakan yang sangat sederhana, aneka lauk pauk yang hanya perlu dipanasi dengan cara digoreng saja, ditemani nasi pulen hangat dengan taburan bawang merah, sayur asem, sambal standar mereka yang berwarna, dan lalapan segar melimpah. Karena kurang menantang, saya pesan sambal dadak ala Ampera 2 Tak yang pedas menyengat, namun lezat dan mumpuni untuk menimbulkan selera makan. “Gimana, sudah kenyang?”, tanya saya. “Sudah, pakde! Kenyang banget ini!”, ujar keponakan saya. Saya yakin, kecenderungan untuk lapar mata  dan beli ini itu akan berkurang drastis jika sudah makan kenyang. Dan berangkatlah kami berdelapan ke Pekan Raya Jakarta (PRJ) 2019. Untuk kedua orang tua saya yang sudah berusia diatas 65 tahun, PRJ memberikan gratis masuk cukup dengan menunjukkan KTP seumur hidup, di input nomor KTP-nya, sehingga satu orang lansia hanya bisa masuk ke area PRJ cuma-cuma satu kali saja. Tarif masuk pun berbeda-beda per harinya. Senin dikenakan biaya Rp25.000,- sedangkan Selasa sampai Kamis dikenakan biaya Rp35.000,- dan khusus untuk weekend dan hari-hari menjelang dan setelah Lebaran dikenakan biaya Rp40.000,- per pengunjung.

Campina booth, Pekan Raya Jakarta 2019

Kami kena tarif Rp40.000,- per orang (karena sudah masuk periode hari libur nasional), namun kami dapat cashback sebesar 50%, maksimal Rp15.000,- dari e-wallet DANA. Tahun ini, metode pembayaran tiket masuk dan pembelian secara elektronik dimonopoli oleh DANA. Dengan iming-iming cashback di penjualan tiket masuk dan di tenant/merchant di dalam PRJ, jadilah masing-masing pengunjung beramai-ramai meng-install aplikasi DANA ini di smartphone mereka, dan ramai-ramai pula top up saldo e-wallet mereka ini. Menurut saya, ini bagus untuk pembiasaan transaksi dengan menggunakan e-wallet, dengan sistem top up atau isi ulang yang hassle-free. Bisa di booth DANA, bisa lewat SPG/SPB mereka yang menawarkan top up, dan bisa juga lewat layanan e-banking masing-masing bank yang kita gunakan.

Campina booth, Pekan Raya Jakarta 2019

Beruntungnya saya, sambil berekreasi saya juga bisa mengunjungi (baca: supervisi) dua booth Campina Ice Cream, perusahaan dimana saya bekerja. Memantau kinerja team SPG/SPB dan para leader-nya di lapangan, bagaimana mereka menyajikan pesanan pelanggan (es krim dalam bentuk scoop, es potong dengan roti tawar, atau dalam bentuk minuman segar-float, shake, dan lain-lainnya), situasi dan kondisi booth, dan aspek-aspek lain yang perlu diperhatikan.

Campina booth, Pekan Raya Jakarta 2019

Ada lagi yang asik, di PRJ 2019 ini, di booth Campina Ice Cream, ada spot foto selfie yang cukup menarik, mengundang para pengunjung yang mampir rehat sejenak setelah berkeliling, menikmati menu-menu yang disajikan, sambil recharge baterai smartphone mereka di colokan listrik yang disediakan, dan tentunya snap a selfie or wefie bersama-sama dengan teman, pasangan, ataupun keluarganya. Termasuk saya 🙂

Campina booth, Pekan Raya Jakarta 2019

Tidak lengkap kalau tidak kalap belanja ini itu, termasuk pernak-pernik yang sebenarnya tidak kita butuhkan di PRJ ini. Dan hal ini juga terjadi di saya. Memborong produk pewangi yang dijual brand favorit saya, The Body Shop, yang memberikan harga khusus hanya di PRJ ini. Deodorant dan parfum dari The Body Shop ini tak luput dari incaran saya, dan juga istri saya pastinya. Termasuk juga tenant-tenant lain yang menawarkan diskon menarik, atau paket beli berapa pcs dengan harga khusus, yang tentunya lebih murah dari harga di luar PRJ. Nampak kalau keluarga saya sangat menikmati kunjungan mereka di PRJ 2019 ini, meskipun sangat melelahkan. Oh iya, kembali di acara jalan-jalan di PRJ ini, kami meminjam kursi roda untuk ibu saya. Kursi roda lipat bisa didapatkan di Pusat Informasi, Gedung Pusat Niaga. Cukup dengan menyerahkan uang jaminan sebesar Rp300.000,- dan KTP, kita bisa meminjam kursi roda tersebut selama jam buka PRJ (sampai pukul 22.00 WIB).  Dan dengan kursi roda lipat ini, kami bersama-sama bisa berkeliling dari Hall A ke Hall D, menyeberang ke Hall E, Hall C, dan Hall B, dan melihat-lihat booth sponsor di bagian tengah arena PRJ.

Setelah puas berkeliling area PRJ 2019, dan mengembalikan kursi roda lipat tadi (uang jaminan dan KTP pun dikembalikan juga), kami beranjak ke rumah sepupu ibu saya di Cipete, Kebayoran Baru-Jaksel. Rumah mendiang Pakde Yanto (paman saya), dimana masih ada Bude Rini (tante saya, yang menderita kanker payudara, sama seperti ibu saya), dan kedua putra-putrinya. Kunjungan singkat ini menutup perjalanan kami berkeliling Jakarta hari ini. Hari pertama kami di Jakarta. Simak cerita perjalanan kami dari Malang ke Ambarawa, dan cerita perjalanan kami dari Ambarawa ke Jakarta di dua unggahan blog edisi sebelumnya. Terima kasih sudah berkenan membaca 🙂

Referensi:

  1. [Review] Coworking Space PT KAI Stasiun Gambir Gratis. Link artikel: https://www.travelndate.com/2019/05/review-coworking-space-pt-kai-stasiun-gambir.html. Diakses pada: Senin, 24 Juni 2019 pukul 16.51 WIB.
  2. KAI Punya Coworking Space di 9 Stasiun Kereta Api, Ini Daftarnya. Link artikel: https://bisnis.tempo.co/read/1193009/kai-punya-coworking-space-di-9-stasiun-kereta-api-ini-daftarnya. Diakses pada: Senin, 24 Juni 2019 pukul 16.51 WIB.
  3. KAI Resmikan Coworking Space di Stasiun. Link artikel: https://kai.id/information/full_news/2440-kai-resmikan-coworking-space-di-stasiun. Diakses pada: Senin, 24 Juni 2019 pukul 16.51 WIB.

 

 

2 Comments Add yours

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s