Perjalanan Malang-Ambarawa-Jakarta-Semarang-Malang untuk Lebaran Trip (bagian 2)

Hari pertama di kota Ambarawa sudah demikian berwarna, mulai dari makan bersama di Danau Rawa Pening, mengunjungi tempat wisata bersejarah Museum Kereta Api, dan berdoa bersama di bawah patung Bunda Maria, di Gua Maria Kerep. Dan memang kami menyempatkan untuk berdoa bersama di Gua Maria, di hari kedua saja. Dimulai dengan menjelajahi taman doa, dimana didalamnya terdapat diorama peristiwa-peristiwa penting di Kitab Suci Perjanjian Baru. Dimulai dari saat Yesus dibaptis Yohanes Pemandi di Sungai Yordan, membuat mukjizatnya yang pertama-mengubah air menjadi anggur di pesta perkawinan Kana, hingga diorama makam Yesus, dimana Ia bangkit dari antara orang mati, di hari ketiga.

Taman Doa Gua Maria Kerep, Ambarawa
Taman Doa Gua Maria Kerep, Ambarawa
Taman Doa Gua Maria Kerep, Ambarawa
Taman Doa Gua Maria Kerep, Ambarawa

Istirahat yang cukup membuat saya kembali bugar dan berenergi, siap untuk kembali masuk ke tol Trans Jawa. Kembali masuk dari GT Bawen, hingga keluar di GT Bekasi Barat atau GT Kalimalang, kalau saya lewat tol lingkar luar Jakarta (JORR). Dan hawa pagi hari tanggal 1 Juni 2019 di Kerep, Ambarawa ini terasa sangat segar. Sejuk cenderung dingin, sedikit berangin, membuat saya teringat dengan suhu udara Kota Malang di pagi hari dulu saat saya kecil. Nun jauh di bawah, terlihat hamparan luas Danau Rawa Pening yang kemarin kami jelajahi bersama dengan perahu motor. Majestic!

Gua Maria Kerep, Ambarawa
Gua Maria Kerep, Ambarawa

Sebelum kami meninggalkan komplek Gua Maria Kerep ini, kami sempatkan sekeluarga berdoa di depan Gua Maria, mendaraskan doa rosario bersama-sama. So, beyond culinary and nostalgic reason, our journey here is about contemplative and spiritual journey.Β 

Warung Pecel Mbok Kami, Ambarawa

Sarapan yuk!

Sebelum kami masuk kembali ke tol Trans Jawa via GT Bawen, ibu mengajak kami semua untuk napak tilas sebentar ke tempat-tempat yang buat beliau penuh dengan kenangan. Mulai dari Warung Pecel Mbok Kami, yang terletak di dekat pintu masuk ke jalan utama ke Gua Maria Kerep ini, tepat di seberang Terminal Bus Ambarawa. Buat beliau, tempat ini penuh kenangan. “Dulu, waktu masih kecil pernah ingin sekali makan bubur kombinasi di warung ini, tapi tidak kuat beli”, kenangnya. Tante ibu (nenek saya) berpesan saat itu, “Jangan nok (panggilan khas orang Jawa Tengah untuk anak kecil perempuan), itu makanan orang kaya”. Selain warung pecel ini, salah satu tempat yang ditunjuk ibu saya adalah kampung Kupang Lor, yang berada di dekat pasar dan pecinan, tempat keramaian utama di Ambarawa ini. Beliau berkisah, kalau dulu ibunya, nenek saya, dilahirkan disitu, dan beliau pun dibesarkan disitu hingga tamat SD Dan Pontianak menjadi kota selanjutnya, dimana beliau mengenyam bangku SMP hingga lulus, dan pindah ke Malang, kota kelahiran saya. Dan selain itu, ada penjual bubur koyor (bubur dimasak sudah gurih-tanpa ada tambahan kuah gurih seperti bubur di Jakarta, dan koyor sendiri adalah bagian urat-daging berlemak yang kerap juga dimasak gudeg atau pedas/mercon). Namun sayangnya, penjual Bubur Koyor khas Ambarawa di salah satu sudut pengkolan pecinan sudah tutup (habis) saat kami melintas. Padahal waktu baru menunjukkan pukul 08.00 WIB.

Warung Pecel Mbok Kami, Ambarawa

Demikian ibu saya bercerita mengenang masa kecilnya, yang saat itu hanya bisa memendam rasa inginnya makan bubur kombinasi di Warung Pecel Mbok Kami ini. So, warung makan ini sudah berumur puluhan tahun, sudah dipegang generasi kedua. Ada apa saja di warung makan ini? Menu utama pecel sayur dengan berbagai macam lauk. Mulai sari ayam goreng, sate jeroan ayam, sate telur puyuh, saren ayam-sapi, dan aneka gorengan. Salah satu menu yang tersohor adalah bubur kombinasi, paduan beberapa macam bubur dan kolak pisang dalam satu mangkok, menghadirkan sensasi rasa dan tekstur yang beraneka. Saya pesan pecel sayur komplit dengan mie goreng, lauk gorengan bala-bala (atau bakwan disebut warga sekitar), dan saren sapi. Yum! For me it’s only a meal, but for my mom, it’s a history and good old memory preserved.

Warung Pecel Mbok Kami, Ambarawa

Off we go. Again.Β 

Masuk ke tol Trans Jawa kembali, melaju kencang kembali. Menuju Jakarta yang konon sepi di festive season ini karena di tinggal sebagian besar penduduknya yang mudik, pulang ke kampungnya masing-masing. Cuaca cerah sepanjang perjalanan dari GT Bawen hingga ruas tol menjelang Tegal. Mengapa hanya sampai tol Tegal saja? Karena kami harus keluar di exit tol Tegal, karena sudah masuk waktu one way, jalur dari GT Cikampek Utama hingga GT Tegal dipakai hanya satu jalur saja ke arah Jawa Tengah. Kami melanjutkan perjalanan lewat jalur biasa, lewat jalur pantai utara. “Wah, saya bisa nostalgia saat berangkat-pulang kampung seperti jaman sebelum ada tol Trans Jawa dong?” Batin saya riang, ditengah keluhan keponakan-keponakan saya yang lebih suka melanjutkan perjalanan lewat tol Trans Jawa.

Ada enak dan ada tidak enaknya kalau lewat jalur pantai utara ini. Enaknya adalah pemandangan di kanan dan kiri jalan lebih berwarna, lebih dari sekedar bangunan dan jalanan tol dari beton dan sesekali aspal saja. Banyak warung makan di kanan kiri jalan, demikian juga SPBU yang menawarkan fasilitas rest area dan toilet bersih, dimana kalau ingin toilet break kita tinggal belok kiri saja di SPBU mana saja yang kita temui. Dan satu hal lagi, kita bisa temukan penjaja makanan khas di SPBU-SPBU yang kita temui. Lebih seru, dan tidak perlu kuatir kehabisan BBM. Tidak enaknya adalah waktu tempuh dari Tegal ke Jakarta jauh lebih lama, hampir butuh waktu dua kali lipat dibandingkan jika lewat tol Trans Jawa. But it’s ok. I believe it’s not only the destination that matter, the journey itself must be put into account, too.

Look at the bright side. Kami sempatkan mampir ke Toko YES, toko oleh-oleh di Kota Brebes, untuk membeli telur asin, sale pisang kering dan sale pisang basah-ada aroma smokey seperti hasil pengasapan, jajanan, dan sekedar minuman untuk melepaskan dahaga. Dan kami pun sempatkan makan siang di Nasi Jamblang Mang Dul Cirebon, menikmati kembali nasi pulen dan aneka lauk pauk (sotong masak tinta hitam, sambal iris khas nasi jamblang, perkedel kentang). A happy tummy for sure! Cuaca di Cirebon sedang terik-teriknya, dan seketika masuk ke Warung Nasi Jamblang Mang Dul suasana mendadak berubah sejuk. Mungkin karena saya melihat deretan lauk pauk komplit dengan sotong/balakutak masak tinta hitam ya? Hmmm… πŸ™‚

Warung Nasi Jamblang Mang Dul, Cirebon
Warung Nasi Jamblang Mang Dul, Cirebon (balakutak my love!)

Masakan balakutak tinta hitam ini cenderung berbahaya karena kandungan kolesterolnya, namun kelezatannya tak terbantahkan. Saya pribadi hanya suka dengan cumi yang diolah simple seperti ini. Tidak terlalu suka dengan olahan cumi lainnya, termasuk diantaranya bumbu woku, goreng tepung, saus padang, saus tiram, dan lain sebagainya. To me, black inked squid is the best!Β 

Kami berenam sampai di Bekasi, keluar GT Kalimalang tepat pukul 19.30 WIB, dimana kami akhirnya bisa masuk tol Trans Jawa seksi Cikampek via GT Klari, masuk dari kawasan industri. Perjalanan yang cukup seru, sebelas jam dari Ambarawa, lewat tol Trans Jawa dan ruas jalur pantai utara. See you in the next blog post, our trip around Jakarta-Bekasi-Ciputat and surroundings. Terima kasih sudah berkenan membaca!

 

 

8 Comments Add yours

  1. Tika says:

    Ya ampun bikin ngiler semua πŸ˜‚. Ternyata anak basket ada yg blogger juga tow 😁

    1. haryoprast says:

      Anak basket pada umumnya pada doyan makan mbak Tika πŸ™‚ :p

  2. Avant Garde says:

    Pecel mbok kami ini wajib kalo mudik ke ambarawa, endol surendol hehehe… salam kenal mas πŸ™‚

    1. haryoprast says:

      My pleasure, salam kenal juga mas!

  3. Avant Garde says:

    Terimakasih πŸ™‚

  4. mysukmana says:

    Ya Allah bikin ngiler makanannya..
    Btw anyway gak mampir stasiun kereta eh museum mksdnya kak pas di ambarawa..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s