[Pemasaran Digital Terpadu FISIP -UI] Semester Ini Ngapain Aja (Bagian 1-Role Play)

Yak! Mari kita mulai postingan blog berseri di bulan Desember ini 🙂

Setiap semester ganjil, yaitu bulan Agustus sampai dengan Desember, selalu memberikan excitement yang tinggi buat saya, meskipun berbeda-beda tingkat tensinya. Bulan Agustus ini, saya kembali ke FISIP Universitas Indonesia, mengajar mata kuliah Pemasaran Digital Terpadu. Wait! Kok ada embel-embel ‘terpadu’-nya?

Rupanya, sekilas dari penjelasan Departemen Komunikasi, departemen di bawah Fakultas  Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Indonesia ingin mata kuliah yang saya ampu ini lebih meaningful. Lebih applicable dibandingkan semester-semester sebelumnya, dimana saya hanya menularkan pengertian tentang dunia komunikasi dan pemasaran di media digital secara praktek dan teori, dengan hanya sedikit mengulas bagaimana peran komunikasi dan pemasaran di media digital ini secara nyata di dunia kerja. Bagaimana cara perusahaan-perusahaan di luar sana, baik itu dari industri consumer goods, retail, startup, agensi periklanan, dan lain-lainnya memanfaatkan komunikasi dan pemasaran di media digital ini, bukan hanya di tataran menciptakan awareness dan engagement, tapi lebih jauh mengukur dari sales leads sampai konversi. dari top of the funnel sampai bottom of the funnel, hingga mengukur customer lifetime value (CLV) jika diperlukan. Tentu saja saya tidak bisa lagi mengajarkan hanya tentang content marketing, role play pitching antara agensi digital vs brand/klien, dan disiplin-disiplin ilmu lainnya yang terkandung dalam pemasaran digital; website, social media, online PR, search engine optimization, search engine marketing, affiliate marketing and strategic partnership, email marketing, dan pay per click advertising. Namun di kurikulum mata kuliah ini, harus saya bagikan tentang metrik-metrik yang ada di dunia komunikasi dan pemasaran digital ini, untuk mengukur performa, dan memastikan budget yang keluar benar-benar tepat sasaran. Terlepas dari tujuan dan strategi brand dengan campaign yang dijalankan, apakah hanya mencari awareness, engagement, atau sudah ke acquisition-purchase-repurchase. Dan lebih kurang, yang saya tulis diatas adalah apa yang saya sampaikan (secara dua arah) ke para mahasiswa-mahasiswi saya.

Pemasaran Digital Terpadu-FISIP UI 2018 (1st day of class, online survey)

So, at day one of my class, I told them to find a group, ensembling five groups. Tujuannya adalah, agar mereka juga bisa dan terbiasa bekerjasama dalam grup, mengatasi masalah internal dan eksternal. Tugas pertama adalah menjalankan sesi role play, pitching games antara team agensi digital vs team brand/klien. Empat grup akan menjadi team digital agensi, dan satu team akan diminta menemukan satu brand (bebas, boleh UKM atau brand terkenal), untuk dijadikan bahan role play. Tugas team brand/klien adalah menemukan satu saja agensi digital untuk dijadikan partner, dan tugas team agensi digital adalah mempresentasikan ide-ide cemerlang nya untuk solving problem, dan cure curiosities and anxieties dari team brand/klien.

Masalah internal yang saya lihat kebanyakan mereka temui dalam sesi group presentation ini, karena mereka hanya berinteraksi dengan saya, sesama anggota grup, dan team brand/klien atau team agensi digital, tergantung peran mereka apa. Beberapa masalah internal yang kerap muncul; menyamakan jadwal ketemu-brainstorming (kesibukan dan jadwal kuliah yang berbeda-beda), ego masing-masing anggota grup, yang pasti punya sudut pandang sendiri atas suatu permasalahan, dan bagaimana menyatukan visi masing-masing anggota grup ke dalam misi grup, agar tujuan yang diinginkan bersama tercapai. Yaitu menemukan big ideas akan suatu solusi terhadap sebuah permasalahan.

Pemasaran Digital Terpadu-FISIP UI 2018 (presentasi awal team brand/klien-memperkenalkan brand yang akan dibahas dalam sesi role play)

Empat grup menjadi digital agensi, yang harus memeras otak untuk menemukan solusi atas permasalahan yang dihadapi team brand/klien, menjadikannya sebuah big idea, merumuskannya hingga ke budgeting dan timeline campaign dan mempresentasikannya dengan baik. Sesi role play pitching antara agensi digital vs klien punya beberapa tujuan:

  1. Menunjukkan sekaligus membiasakan para mahasiswa akan dunia periklanan yang sebenarnya, dalam hal ini konteksnya di dunia komunikasi dan pemasaran digital, hubungan antara klien dengan agensi.
  2. Secara umum, mengajarkan para mahasiswa untuk jeli melihat sebuah permasalahan yang dihadapi klien, mencarikan solusi-solusi yang tepat sebagai suatu konten, dan menyajikannya dengan baik dalam satu konteks presentasi big idea yang applicable, measurable, dan accountable.
  3. Mengajarkan ke team brand/klien, tentang bagaimana memilih dan memilah dari masing-masing solusi yang ada dari sisi konten/substansinya, sebelum mempertimbangkan sisi konteks, misalnya presentasi yang keren, pilihan ide-ide dan tools yang disajikan, dan lain-lain.
  4. Mengajarkan ke team agensi digital untuk mendahulukan solusi-solusi yang paling tepat untuk klien, dalam frame big idea, yang kemudian diturunkan menjadi strategi 1 tahunan, dan taktik-taktik jangka pendek selama masa kerjasama antara brand dan agensi digital.
  5. Hal ini juga berarti team agensi digital dibiasakan tidak memberikan solusi langsung  berdasarkan tools digital yang ada, yang mungkin tidak dibutuhkan oleh klien. Misalnya, team agensi tahu-tahu mempresentasikan sebuah campaign yang melibatkan penggunaan augmented reality (AR) untuk menjangkau konsumen, dan menyampaikan pesan utama kepada target audience.
  6. Di akhir sesi role play, team klien harus bisa memilih team agensi digital mana yang paling tepat. Tidak hanya datang dengan solusi yang tepat, yang menjawab permasalahan, namun juga memilih salah satu team agensi digital yang mampu mencari kecocokan dengan mereka, as a partner dalam kerjasama brand-agensi digital selama 1 tahun kedepan. Untuk menemukan 1 agensi digital yang tepat, mereka harus terlebih dahulu shortlisting 2  agensi digital dari sesi 1 dan ‘membuang’ 1 agensi digital lagi di babak final. No heart feeling, it’s all professional! 
Pemasaran Digital Terpadu-FISIP UI 2018 (sesi presentasi salah satu team agensi digital)

Jadi, dari proses role play pitching ini, adalah bagian dari proses  learning by doing. Mahasiswa belajar langsung dari pengalamannya, agar apa yang dipelajari lebih ‘nempel’ atau berbekas di benak mereka, dibandingkan hanya mendengarkan saja dari saya, lewat sesi-sesi presentasi yang searah. Dan dibawah ini, adalah team agensi digital yang berhasil memikat minat dari team brand/klien, berpose bersama dengan partner mereka. Selamat!

Pemasaran Digital Terpadu-FISIP UI 2018 (team Pijak Boemi x team Noesa)
Pemasaran Digital Terpadu-FISIP UI 2018 (team Noesa Satoe x team Intuit)

Semuanya terjadi di paruh pertama semester ganjil ini. Proses pemilihan grup presentasi, pemilihan 1 grup yang diplot menjadi brand/klien, sesi-sesi presentasi dari masing-masing team agensi digital, dan pemilihan team agensi digital terbaik menurut versi team brand/klien (teman-teman mereka sendiri), dan ditambah sesi-sesi presentasi dari saya, lengkap dengan 2 take home quiz berlangsung dari awal bulan September hingga akhir bulan Oktober 2018. Dan satu lagi, nilai yang didapat dari sesi-sesi presentasi ini menjadi nilai Ujian Tengah Semester (UTS) mereka.

Sekian untuk bagian pertama, simak tulisan saya di [Pemasaran Digital Terpadu FISIP -UI] Semester Ini Ngapain Aja (Bagian 2-Kuliah Tamu), yang akan membahas tentang sesi-sesi kuliah tamu selepas sesi UTS. Terima kasih sudah membaca!

 

 

 

3 Comments Add yours

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s