Pontianak Trip, The First Ever (Bagian 4-Final)

Hari terakhir di Kota Pontianak.

Mulai jatuh cinta dengan suasana kotanya, kulinernya, spot-spot wisatanya, airnya yang tidak selalu jernih, hawanya yang panas dan gerah, dan senyum saudara-saudara yang tinggal disini. Kata Bang Yan ke saya, “Kalau sudah pernah mencicip air dari sekitar tanah Sungai Kapuas, pasti akan kembali lagi.” Mungkin saya bisa setuju dengan ucapan kakak sepupu saya ini. Belum juga pulang, saya sudah berucap ingin kembali ke kota ini lagi, dan mampir lagi ke Kota Singkawang saat Cap Go Meh. Nah kan! πŸ™‚

Selasa, 11 Juli 2017 (07.00 WIB)

Tugu Bambu Runcing, Pontianak

Hari pertama, hari kedua, hingga hari ketiga penuh dengan asupan makanan bergizi! Jadi sebelum pulang saya harus sempatkan ambil sesi jogging, saya pikir 5 kilometer saja cukup. Ada 2 lokasi lari yang bisa jadi pilihan pagi itu, antara di dalam lingkungan kampus Universitas Tanjungpura, atau di seberangnya, Taman Digulis. Kedua lokasi ini ada di seputaran bundaran Tugu Bambu Runcing. Namun karena Taman Digulis tampak lebih menarik, saya putuskan lari disini saja. Dan ternyata, taman ini sudah dibuat sedemikian rupa, bagus banget! Sangat friendly untuk para pelari dengan jogging track keliling tamannya, tempat bermain anak, skateboarding ramp, dan spot-spot menarik yang bisa dipakai Β berolah raga yoga dan meditasi. Tempatnya tenang dan nyaman.

Continue reading

Pontianak Trip, The First Ever (Bagian 3)

Hari Senin pagi dan masih cuti. Nikmat apa lagi yang kau dustakan? πŸ™‚
Semalam sebelumnya, sepulang dari kota Singkawang, sayup-sayup saya dengar dari kamar perbincangan dua kakak beradik, Lauren dan Okta; “Besok oom Yoga mau ngopi ke A Siang ya bang, jam 5 katanya? “

“Hah?! Jam 5 pagi? Udah buka itu warung kopi jam segitu?” tanya saya.

Ternyata warung kopi di Jalan Merapi-Pontianak yang sudah melegenda ini sudah mulai buka pukul 03.00 WIB. “Mulai bersiap-siap buka lah, oom”, kata Okta. Koh A Siang (alias Yohanes Fendi, 62 tahun), pemilik warung kopi merangkap barista utama kedai, mulai meracik kopi sejak sebelum subuh dan istirahat (tutup) sekitar pukul 13.00 WIB. Legenda artinya kondang, kondang artinya ramai dikunjungi penikmat kopinya. Uniknya, Koh A Siang ini selalu bertelanjang dada dan hanya mengenakan celana pendek saat meracik tiap minuman yang dipesan pengunjungnya. Ada candaan kalau kopi A Siang terasa enak karena tetesan keringatnya πŸ™‚

Senin, 10 Juli 2017 (06.29 WIB)

Warung Kopi A Siang, Pontianak

Continue reading

Pontianak Trip, The First Ever (Bagian 2)

Memulai hari ke-2 di Kota Pontianak dengan lari!

Yup, berbekal ingatan perjalanan dari rumah-gereja-rumah kemarin, saya coba mencari rute lari, yang berujung di perbatasan Kotamadya Pontianak dan Kabupaten Kubu Raya, tempat dimana saya menginap. Trek lari yang saya pilih cukup asik, melewati perumahan Korpri, lalu Perumahan Srikandi, dan keluar di Jalan Serdam. Hanya sebagian saja dari jalan ini yang sudah diaspal mulus. Sebagian lagi masih berlubang-lubang, sehingga harus hati-hati agar tidak cedera. Nggak lucu juga kalau ditengah jalan kaki terkilir gara-gara salah injak πŸ™‚

Dari hasil pengukuran aplikasi Nike Run+ dari depan rumah, hingga ke perbatasan kota lalu kembali lagi, milage yang berhasil terkumpul pas 9 kilometer, pace 7 menit 28 detik/km. Lumayan lah, 414 kalori terbakar, tentunya belum seimbang dengan asupan kalori yang masuk dari pesta kemarin. Β Sepanjang Jalan Serdam, banyak saya temui pedagang sayur, daging, dan makanan siap saji yang sepertinya banyak dijajakan untuk sarapan (kwe cap dan bubur ayam), dan sangat ramai.

Continue reading

Pontianak Trip, The First Ever! (Bagian 1)

Saya belum pernah ke kota Pontianak sebelumnya, dan ini adalah pengalaman saya menjelajah Kota Khatulistiwa, ibu kota dari Propinsi Kalimantan Barat. “Pasti akan jadi perjalanan dan petualangan yang menyenangkan!”, batin saya saat packing. Dan hari Sabtu, 8 Juli 2017 pukul 05.45WIB berangkatlah saya dan istri ke kota Pontianak, menyusul bapak ibu saya yang sudah datang satu hari sebelumnya. Let the #PontianakTrip begin!Β 

Sampai di Bandara Supadio, Pontianak (07.44 WIB)

Memangnya ada acara apa di Pontianak?

Keinginan saya menjelajah kota ini sudah ada sejak lama. Terlebih karena banyak sekali sanak saudara yang tinggal di sana, dari kakak perempuan ibu saya. Dari sepuluh bersaudara anak kakak ibu saya, saya baru bertemu dengan lima orang saja, dan ini kesempatan saya untuk bertemu dengan kelima kakak-kakak sepupu saya dan segenap keluarganya masing-masing. Yes, a big family it is πŸ™‚

Continue reading