A ‘Million Dollar Afilliate Marketing Idea’ : yesbossnow.com

Hari Senin, 22 Agustus yang lalu di lantai dua Lucky Cat Coffee & Kitchen Pasar Festival – Jakarta Selatan, saya terlibat dalam perbincangan seru (bisa juga disebut meeting) dengan dua orang rekan dari kaskus.co.id. Saya sebut demikian, karena sekarang ini saya lebih suka menyebutkan domain dari suatu nama perusahaan dibanding nama perusahaan itu sendiri. Kenapa? Mempermudah yang mungkin ingin tahu untuk mencari tahu.

Inti dari perbincangan kami adalah bagaimana berkolaborasi semakin menjadi keharusan di dunia digital, terutama di dunia dimana saya berada, digital marketing. Dengan kolaborasi, saya percaya kalau kita akan dapat segudang manfaat. Salah satunya adalah network yang sangat luas dan sangat accessible. Dari kenal satu orang dari company/start up A, kita bisa berkomunikasi dengan seseorang dari company/start up B, atas dasar rekomendasi dari si A. Kemudian bisa berlanjut ke C, ke D, dan seterusnya untuk membuka peluang dan kesempatan baru.

 

20160822_144351
That Lucky Cat cafe interior

 

Jadi, saat itu saya ”nyeletuk’ tentang start up yesbossnow.com yang saya anggap so disruptive since it’s such a breakthrough. Dan seketika juga rekan saya dari kaskus.co.id langsung mengiyakan dengan ekspresi excited, kami beranggapan sama. Idenya sederhana, tapi gila! Beliau bercerita kalau pernah bertemu dengan salah satu co-founder yesboss.com ini di salah satu acara yang dihadiri penggiat digital media dari agency-agency, baik itu digital agency, dan advertising agency yang sedang berusaha mempunyai digital services. Saat berkenalan, rekan saya ini tidak menyangka kalau lawan bicaranya adalah co-founder dari The Best New Comer Startup 2016 ini! Sosoknya masih sangat muda, berkacamata, dan semakin terlihat ‘sangat muda’ saat beliau hanya mengenakan kaos oblong dan celana pendek. Kami sempat tertawa terbahak-bahak saat menceritakan kejadian ini. Dan rekan saya ini tidak menyangka bahwa keesokan harinya, co-founder yesbossnow.com ini naik keatas panggung sebagai pembicara 😀

Back to the idea.

Bayangkan kalau kita punya asisten pribadi yang siap melayani apapun permintaan dan pertanyaan kita. Dari pertanyaan meminta referensi seperti, “Saya lagi di Pasar Festival, bisa rekomendasikan tempat makan dan hang out yang enak?” yang berlanjut ke “Ok, tolong sekalian reservasikan atas nama saya ya!” hingga seperti perbicangan bernada ‘curhat’ seperti : “Cindy, lagi galau nih. Kayaknya pacarku selingkuh deh. Aku kudu gimana ya?”

Perbincangan tadi semuanya dilakukan via layanan pesan pendek atau SMS. Yup, SMS! Bukan Whatsapp, bukan BBM, bukan WeChat, bukan Telegram ataupun LINE. Bukannya memanfaatkan instant messenger yang ada sekarang ini. Dan seolah-olah handphone kita kembali ke fungsi semula, telepon dan SMS. Isi pulsa bukan untuk perbaharui paket data, tapi untuk SMS!

As a virtual assistant, yesbossnow.com ini wajib membalas setiap pesan yang masuk ke nomor +62855 7467 0033 apapun pesan dari member-nya. Kenapa saya sebut member? Karena setiap pengguna layanan ini wajib mendaftar/sign up terlebih dahulu. Now, try sending ‘Hi!” message to the number 🙂

Ada kata kunci yang sangat penting yang saya sebut di paragraf diatas, yaitu ‘rekomendasi’. Kita tahu bahwa peer to peer recommendation lebih kuat dibanding brand’s recommendation. Dan yesbossnow.com memanfaatkan ini, attachment antara user atau boss dengan asisten pribadinya, yang bisa dipilih ingin dilayani asisten pria atau wanita. Lewat asisten Tommy atau Cindy, misalnya. Lewat rekomendasi, yesbossnow.com bisa mengarahkan si boss ke suatu brand tertentu, ke lokasi restoran tertentu, ke maskapai penerbangan tertentu, atau ke hotel atau penginapan tertentu, kapanpun.

Pastinya yesbossnow.com mengelola agent-agent yang kegiatannya membalas SMS satu per satu, apapun pesan yang masuk. Dan juga engine untuk mengelola pesan yang masuk, mengirimkan ‘bot’ atau pesan pendek otomatis yang dikirimkan untuk membangunkan si boss tepat pukul 10.00 WIB misalnya. Atau mengingatkan si boss untuk melakukan sesuatu di jam dan hari tertentu. So handy!

It’s a simple but  sophisticatedly powerful. And I agree what Audrio Susanto said at yesboss.com testimonial page : “Great Service Man! This is a million dollar idea!

Affiliate Marketing
Affiliate Marketing

 

A million dollar affiliate marketing idea, saya sebut demikian. Yup, affiliate marketing is what this startup do. Semudah mendapatkan sales leads dari SMS-SMS si boss, yang kemudian diteruskan ke pihak yang meyediakan produk atau jasa, menjadi transaksi. Dari transaksi ini, yesbossnow.com mendapatkan prosentase (bisa juga disebut komisi) tertentu yang tentunya menjadi income dari startup ini. Misalnya besaran prosentase 10-15% dari tiap transaksi yang masuk, tinggal dikalikan ke jumlah transaksi yang terjadi, berapapun itu. Mulai dari pembelian martabak 8 rasa dari Markobar cabang Raden Saleh-Jakarta Pusat senilai Rp100.000,00 (termasuk biaya kirim), hingga reservasi hotel atau restoran yang bernilai (mungkin) jutaan rupiah.

Affiliate marketing ini kita kenal juga dengan nama lain performance based marketing, jadi kita selaku pemilik usaha-pengelola merek, dan sebagainya hanya mengeluarkan biaya jika hasil sudah kita dapatkan. Dari berbagai KPI (key performance indicator) seperti : banyaknya transaksi/penjualan, banyaknya klik yang masuk, banyaknya sign up/member baru, banyaknya download e-paper, dan sebagainya.

Dan tentunya untuk menghantarkan pesanan barang berbentuk fisik (makanan, dokumen, atau apapun), yesbossnow.com pasti sudah menunjuk mitra untuk urusan logistik ini. Saya dengar layanan e-hailing Grab dan Go-Jek adalah mitra yang sudah bekerjasama, yang menjadi salah satu sumber income dari startup ini, dari sales leads yang didapatkan. Merek pun bisa tap in ke layanan ini, masuk melalui pesan berisi rekomendasi atas pertanyaan si boss tadi, atau lewat pesan yang di-blast ke semua pengguna aktif yesbossnow.com ini. But I’m not sure of this, SMS is also a form of media. Yesbossnow.com bisa saja mengirimkan pesan pendek atas permintaan merek tertentu ke semua member-nya (media placement)And I hope they won’t do this, since it’s sort of privacy thingy 🙂

But in the end, again, digital marketing is all about collaboration, using external resources more than building costly owned internal resources. Collaborate to grow and sustain together.

 

 

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s