Trade Marketing, Dunia Diantara Sales dan Marketing (bagian 2)

Saat ini, saya sedang menggeluti bidang yang bisa dibilang sangat enjoyable. It’s digital marketing, and whole kind of things at marketing communication. Namun, sebuah rencana in-store activation yang dipaparkan ke saya beberapa waktu yang lalu kembali membuat saya mencoba mengingat dan mengulik lagi apa yang pernah saya pelajari dulu, saat berperan sebagai seorang trade marketer (spesifically at modern trade market) di perusahaan tempat saya bekerja. Sudah pernah saya tulis di tulisan saya sebelumnya disini bahwa trade marketing adalah suatu bidang ilmu (saya sebut demikian, karena walaupun dikerjakan namun sebenarnya kita mempelajarinya secara terus menerus) yang ada diantara marketing dan sales.

Marketing punya tujuan yang bersifat lebih jangka panjang dibanding sales, meliputi kegiatan pemilihan media, pemilihan audience atau target market lewat proses segmenting-targeting-positioning, penyampaian pesan yang sudah dirancang sedemikian rupa agar bertahan di benak audience, yang pada akhirnya akan menggiring opini dan menciptakan image terhadap audience terhadap produk yang pesannya sudah disampaikan sebelumnya, pada saat ia akan memilih merek mana dari produk tertentu untuk memuaskan kebutuhannya, yang berhubungan atau berkaitan dengan produk yang dikomunikasikan atau dikampanyekan. Penyampaian pesan ini cenderung berusaha menciptakan emotional bonding antara merek dan audience.

Sales? Sales pada dasarnya adalah kegiatan demand fulfillment, pemenuhan permintaan konsumen konsumen. Permintaan ini bisa di-drive oleh keinginan atau bahkan kebutuhan konsumen. Barang yang dibutuhkan punya kemungkinan lebih besar untuk dibeli, dibandingkan dengan barang yang diinginkan. Sales mempunyai tugas untuk mengisi ulang stock yang ada di toko dengan stock yang baru, dengan didukung oleh fungsi logistik yang menyampaikan barang dari gudang sendiri ke gudang perantara, maupun langsung ke toko.

So I need this is ‘>’ I want this!

Continue reading

Open Mindedness Dalam Perubahan Digital

Karena adanya perkembangan di dunia pemasaran digital, mungkin kita tidak lagi seperti menaiki anak tangga satu per satu. Namun bisa jadi menaiki dua atau tiga anak tangga sekaligus. Kinda taking leap of faith! Kita juga tidak tahu dengan pasti apa yang akan kita temui di ‘ujung anak tangga’, berapa banyak anak tangga yang harus kita lewati, semuanya kadang tidak bisa diprediksi secara pasti. Hari ini perusahaan kita menyatakan belum membutuhkan e-commerce site, namun kurang dari seminggu para c-levels menyatakan bahwa sudah saatnya kita mempunyai toko online atau e-commerce site plus aplikasi mobile-nya untuk menunjang bisnis perusahaan.

Semuanya bisa terjadi dengan sangat cepat.

12 tahun yang lalu, siapa sangka bahwa hari ini akan punya ketergantungan terhadap produk dari perusahaan digital global kelas wahid semacam Facebook, Twitter, Instagram, Whatsapp, Snapchat, dan masih banyak lagi, yang merubah cara kita berkomunikasi, dan bahkan merubah dengan sangat drastis cara pengelola merek berkomunikasi dengan para pelanggannya, para pemasoknya, para afiliasi, dan para perantaranya. Semua sangat bergantung dengan sesuatu yang dinamakan aplikasi.

Continue reading

Trade Marketing, Dunia Diantara Sales dan Marketing (bagian 1)

Saya lebih dahulu tertarik dengan dunia pemasaran (marketing) sebelum masuk ke dunia trade marketing, setelah merasakan serunya dunia penjualan (sales). Sejak pertama mungkin lebih tertarik ke dunia pemasaran karena feel-nya lebih enjoyable dan ‘keren’ dibanding dunia penjualan, yang sepintas lalu hanya mengejar target penjualan yang diberikan oleh perusahaan.

Kalau dilihat secara sederhana memang seperti itu, tanpa mengecilkan peran penjualan bagi perusahaan tentunya. Divisi penjualan menggerakkan perusahaan, demikian juga dengan divisi pemasaran. Hanya bedanya, divisi penjualan punya peran yang bersifat lebih short term, sedangkan divisi pemasaran punya peran yang lebih long term. Bagaimana penjelasannya?

20150502_142032
                                                              Marketing create desires, sales fulfill the stock!

 

Divisi penjualan (dan distribusi) memastikan ketersediaan produk di pasar. Memastikan semua permintaan pelanggan, baik konsumen akhir (end user) maupun pihak perantara (intermediary party) seperti toko atau gerai, terpenuhi dengan baik. Lewat komunikasi yang baik, persediaan produk akan dipindahkan dari gudang ke toko berdasarkan permintaan, sebagai persediaan toko oleh divisi distribusi atau logistik. Yang bertugas menciptakan permintaan? Divisi pemasaran tentunya.

Continue reading