Sudut Pandang Digital Marketing #3 : Koneksikan Marketing – Logistik – Sales Lewat E-hailing (part 1)

E-hailing menjadi kata kunci yang mulai dikenal orang karena adanya layanan ojek online yang menjamur belakangan ini. Hailing a taxi, now we can do it through online media. Technology has making it all a lot easier, especially for consumer who want to do anything. Termasuk yang ingin pergi dari titik A ke titik B, dimanapun dan kapanpun ia butuhkan. On demand is another keyword. Dulu kalau ingin order taksi, kita harus telepon call center taksi. Kemudian akan dikirimkan armada taksi yang kita pesan. Kalau armadanya ada, terutama saat di peak hours. Misalnya saat kita harus berangkat ke bandara di pagi buta.

E-hailing. On demand.

Lewat postingan blog kali ini, kita akan banyak menemukan kata ini. Layanan ojek online menjadi kebutuhan masyarakat di perkotaan saat ini. Terlebih saat layanan e-hailing ini menawarkan jasa lainnya, yang menaikkan value dari korporasi e-hailing di mata konsumen. Pesan makanan-minuman, grocery shopping di mini market atau supermarket, mengirimkan paket dokumen, hingga mempermudah orang untuk pindahan rumah, karena ada layanan angkutan dengan menggunakan mobil box. On demand, kita bahas karena saat ini pelanggan ingin mendapatkan apapun yang ia inginkan, produk dan jasa, kapanpun dan dimanapun. Saat itu juga.

Kita yang sudah sedemikian dekat dengan digital mungkin sudah jarang menonton siaran TV konvensional, ditambah dengan bombardir iklan TV yang luar biasa banyak. Kita cenderung mengakses internet untuk menonton konten-konten visual yang ingin kita lihat. Youtube.com saat ini menjadi solusi untuk on demand media consumer. Bukan hanya menonton video-video yang sudah di-posting, kita bisa menonton tayangan langsung suatu acara, seperti saat saya menonton tayangan liga bola basket nomor satu di tanah air, IBL lewat channel IBL TV di Youtube. Pertandingan basket yang ada di kota Surabaya, Semarang, Bandung, dan sebagainya, bisa saya tonton langsung via laptop saya di rumah, di Bekasi 🙂

Awesome!

E-hailing kini mengkoneksikan marketing, logistic, dan sales! Bagaimana?

Sumber : id.techinasia.com
Sumber : id.techinasia.com

Misalkan saya punya rumah makan, yang menyajikan makanan khas Jawa Timur, punya ratusan pelanggan tetap yang hampir tiap hari, tiap minggu pasti mampir untuk membeli makanan di rumah makan anda, meskipun tempat makan anda bukan di pinggir jalan besar. Rumah makan saya ada di dalam perumahan. Saya puas punya bisnis wirausaha yang berjalan dengan baik, bisa menghidupi keluarga saya sehari-hari, menghidupi karyawan saya, dan bahkan cukup untuk sedikit menabung. Masalahnya, saya ingin bisnis kuliner Jawa Timur ini berkembang lebih besar, saya ingin penjualannya meningkat, namun saya tidak punya budget khusus untuk mengkomunikasikan rumah makan saya, dan menu-menu masakan yang digemari banyak orang. Saya ingin punya layanan pesan antar, namun tidak punya budget lebih untuk menggaji karyawan khusus untuk mengantarkan pesanan makanan pelanggan. Terlalu mahal, karena lebih banyak waktu idle-nya dibandingkan waktu aktifnya.

Lalu saya kenal layanan pesan makanan secara online, dimana pelanggan bisa menemukan rumah makan saya dari kategori makanan dimana saya terdaftar, pelanggan bisa memesan makanan dan minuman yang ia inginkan dimanapun ia berada (asal jaraknya tidak lebih dari 25km), makanan dan minuman yang pelanggan pesan bisa diambil (dibayar) di rumah makan saya lewat kurir ojek, dan pelanggan saya bisa menikmati masakan rumah makan saya tanpa ia keluar kantor atau rumah. Dan saya hanya mengeluarkan biaya tidak lebih dari 15% (lima belas persen) dari total transaksi.

Saya pikir 15% per transaksi yang saya keluarkan untuk mendapatkan semua kemungkinan diatas masih jauh lebih murah dibandingkan jika saya beriklan di Google Adwords (CPC-cost per click) atau Google Display Networks (banner), beriklan di Facebook dan media digital lainnya, membuat baliho, mencetak flyer untuk mengkomunikasikan pesan saya, bahwa makanan dan minuman saya disediakan di rumah makan saya lezat, sehat, higienis, bikin nagih, dan sebagainya. Ditambah menggaji karyawan khusus untuk pesan antar makanan dan minuman. Dan sayapun bisa memiliki ruang buat para pelanggan saya untuk menceritakan pengalamannya, bagaimana kesan-kesannya setelah menikmati masakan khas Jawa Timur dari rumah makan saya. Sebut saja layanan ini G0-Food.

Bagian yang terakhir, ruang untuk review dan testimoni kini menjadi ‘roh’ buat pelaku jual beli online ini. Bagaimana tidak, calon pelanggan baru yang tidak tahu sama sekali tentang rumah makan saya, bagaimana kualitas dan rasa masakan rumah makan saya, bisa memutuskan untuk membeli masakan dari rumah makan saya? Calon pelanggan tersebut akan membaca dahulu, review dan testimoni rumah makan saya. Berapa banyak yang memberikan lima bintang, berapa banyak yang menuliskan komentar positif, dan sebagainya. Sama halnya saat kita hendak mengunduh mobile application di smartphone kita, pasti kita akan melihat review-nya dulu bukan? 😉

Itu tadi ilustrasi tentang bagaimana layanan e-hailing bisa membantu UKM untuk memasarkan-mengkomunikasikan produk/jasanya, memperoleh penjualan lebih dengan mendapatkan pelanggan-pelanggan baru, dan menyelesaikan problem logistiknya, pesan antar langsung ke alamat pelanggannya.

Di blog post Sudut Pandang Digital Marketing #3 : Koneksikan Marketing-Logistik-Sales Lewat E-hailing (part 2), kita akan membahas tentang koneksi antara kegiatan marketing, logistik, dan penjualan di korporasi besar (non-UKM).

 

 

 

Advertisements

6 thoughts on “Sudut Pandang Digital Marketing #3 : Koneksikan Marketing – Logistik – Sales Lewat E-hailing (part 1)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s