Cerita Saya Membuat SIM A dan SIM C Baru

SIM A dan SIM C saya
SIM A dan SIM C saya

 

“Udah lah, ngapain repot-repot pakai ujian teori dan ujian praktek, bayar aja, beres” (komentar 1, teman)

“Mas, mau dibantu bikin SIM, mas? SIM A atau SIM C?” (komentar 2, calo SIM merangkap tukang foto kopi)

“Iya, bisa dibantu dik? Iya, buat pengajuan SIM baru lewat sana. Mau sekalian bapak bantu? Langsung foto” (komentar 3, oknum polisi-sudah bapak2, ramah)

Itu tadi beberapa komentar dan masukan dari beberapa orang saat mengetahui kalau saya ingin membuat SIM A dan SIM C baru, saat semua SIM saya sudah tidak berlaku lagi, expired. Saat saya sudah berpindah kewarganegaraan dari penduduk kota Malang, Jawa Timur menjadi penduduk kota Bekasi, Jawa Barat. Mulai was-was saat mengendarai mobil dan sedang ada razia, meskipun itu razia motor saja. Mulai juga khawatir saat mengendarai sepeda motor di kampung halaman, saat berkeliling kota Malang.

“Jangan-jangan di pengkolan Jalan Raya Langsep – depan mesjid besar (saya lupa nama mesjidnya), ada razia polisi” atau “Jangan-jangan di depan Taman Krida Budaya-Jl Soekarno Hatta Malang lagi ada razia” pikir saya saat setiap kali mengendarai sepeda motor.

Dan saat itu, saya memutuskan untuk membuat SIM A dan SIM C baru, dan saya putuskan saya akan menempuh jalan yang susah. Artinya, bukan jalan pintas. Tidak pakai bayar ke oknum polisi atau petugas pelayanan pembuatan SIM lainnya, di Polres Bekasi. Tidak sepeserpun saya mau keluarkan uang saya untuk mereka. Saya tidak peduli kalau nanti saya bakal dipersulit. Saya bakalan gagal dan mengulang di ujian praktek, dan pastinya juga ujian teori. I’m so ready!

Jadi tibalah hari itu, saya ambil cuti sehari khusus untuk mengurus ini dan itu, dan saya yakin, saya tidak akan dengan mudah mendapatkan SIM dan dan SIM C itu dalam sehari. Pasti ada cerita, pasti banyak cerita.

Dimulai dari mengambil formulir-formulir, dan membayar biaya pengajuan SIM baru, SIM A  Rp 120.000,- dan SIM C : Rp 100.000,- ditambah ongkos tes kesehatan (yang tidak jelas – bersamaan dengan saya ada anak muda yang mengajukan SIM C namun buta warna dan tetap lolos) Rp 50.000,- untuk 2 SIM. Kemudian asuransi kecelakaan, masing-masing Rp 60.000,- Jadi total uang yang saya keluarkan untuk 2 SIM A dan C : Rp 390.000,- saja.

Continue reading