Memulai Corporate Knowledge Management

Know the WHY and somehow HOW will follow…

Ini seperti hukum yang tidak tertulis yang banyak membantu proses berpikir. Jika bingung atas suatu ide baru yang belum muncul, entah karena kurangnya informasi pendukung, kurangnya informasi tentang pemikiran-pemikiran sejenis yang serupa, bisa dimulai dari suatu pemikiran : “Kenapa hal itu harus dijalankan ?” Atau kenapa harus diadakannya hal tersebut. Dari ada jadi tidak ada, lalu implikasi dan impact-nya apa buat kehiduan kita dan pihak-pihak yang terkait? Berangkat dari jawaban-jawaban atas pertanyaan-pertanyaan ‘kenapa’ tersebut, kita bisa temukan satu per satu ‘bagaimana caranya’ Atau HOW to do that thing?

Sama dengan pertanyaan yang sempat muncul di benak saya lewat beberapa diskusi informal dengan @figiluna (HRD Manager di perusahaan tempat saya bekerja) tentang knowledge management ini. Kenapa koq knowledge management perlu diterapkan atau dipunyai di suatu perusahaan? Menurut saya karena :

1. Banyak personel di perusahaan yang sudah pernah/beberapa kali melakoni sesi training dan workshop tentang apapun yang relevan dengan dunia kerja, minat dan kemampuan, serta ilmu pengetahuan yang sedang dibutuhkan-sedang dipelajari banyak orang. Dan memang, materi training/workshop selalu dibagikan baik dalam bentuk soft copy maupun hard copy. Yang entah kapan akan dibaca oleh orang lain dalam perusahaan, baik yang terkait secara langsung maupun tidak untuk berbagai motivasi. Ingin menambah ilmu pengetahuan dan wawasan, misalnya. Nah, jika personel yang ikut training dan workshop tadi membuka kelas khusus yang dapat diikuti oleh mereka yang tertarik dengan disiplin ilmu tersebut atau yang dunia kerja sehari-harinya terkait dengan bidang ilmu tersebut, dalam artian mengajar selama 1-2 jam, maka besar kemungkinan lewat metode belajar mengajar seperti ini, ilmu tersebut akan besar kemungkinan akan lebih bermanfaat buat orang banyak. Karena dibagi.

2. Banyak personel yang sudah berpengalaman di beberapa bidang kerja. Misalnya di bidang sales dan distribusi. Akan ada banyak success story yang bisa dibagi, lalu dibukukan atau di-dokumentasikan untuk dijadikan guidance apabila ada kejadian atau malah yang bisa juga terkait dengan success story yang membuahkan key success. Misalnya : seorang area sales manager yang mampu menaklukkan area baru dimana dia ditugaskan, dengan berbagai pendekatan dan metode, bisa menghasilkan kontribusi sales yang signifikan lewat pertumbuhan vertikal, dengan banyaknya pelanggan-pelanggan baru di area tersebut. Lalu lewat suatu metode dokumentasi, ia bisa menceritakan pengalaman dan success story-nya, untuk dapat digunakan orang lain yang kemungkinan dapat tugas untuk membuka suatu wilayah baru.

Continue reading

Advertisements

Berkenalan dengan Google+

Memang saya paling hobby buat posting bersambung yang menggantung, tidak disengaja sih šŸ™‚ Jadi mohon maaf ya, kalau posting bersambung tentang Category Management terhenti di bagian 2. padahal mungkin masih ada ide atau pengetahuan atau pengalaman yang bisa dicurahkan untuk membuat tulisan tentang Category Management sampai bagian 3, 4, dan seterusnya.

Baiklah, cukup kata-kata pembukaannya šŸ˜‰

Social Network Active Users
Social Network Active Users

Kini saatnya beralih sebentar ke dunia digital. Saya ingin kenalan dengan suatu jejaring sosial yang dikenalkan oleh mesin pencari terpopuler di dunia, Google.com. Yaitu Google+ atau G+ dari sejauh yang saya ketahui dengan coba dan belajar secara ototidak, dan juga berkat ‘racun’ yang disebarkan oleh mas @ksantoso alias +kurniawan santoso , seorang Senior Account Manager di Google Indoesia untuk semakin tertarik dengan G+ lewat kultwit singkatnya. Saya tertarik, karena menyuguhkan sesuatu yang berbeda, jauh berbeda dibanding misalnya, Facebook. Saya ambil facebook karena facebook adalah social media channel yang sangat populer. Tercatat hingga saat ini sudah ada 1,5 miliar penduduk bumi yang aktif di facebook. Sementara G+ saingan terdekatnya, tahun ini saja sudah punya user sebanyak 540 juta users (terbesar kedua). Ini bukannya facebook saya bandingkan dengan G+ karena feel-nya di Indonesia sudah biasa banget ya? Alias jadi sesuatu yang mainstream, sesuatu yang sudah umum dimiliki masyarakat Indonesia yang punya smartphone/handphone dengan jaringan minimal 2G (GPRS). Siapapun kini bisa punya dan aktif di facebook. Bukan itu. facebook buat saya masih istimewa, bahkan di Amerika facebook masih menjadi social media nomor 1. Kita saja, orang Indonesia yang membuat facebook jadi punya persepsi lebih ‘murah’ dari social media lainnya. It’s still powerful, though.

Logo G+_1

Google+ atau G+ punya kelebihan dibandingkan dengan facebook dalam beberapa hal, dan demikian juga dengan facebook. Nanti akan kita bahas satu per satu dengan menyajikan infografik perbandingan Google+ vs Facebook. Namun berikut ini adalah video youtube yang menjelaskan secara singkat apa itu Google+ :

http://youtu.be/T6OG06vGixc

Continue reading